SEMARANG, Faktanusantara.co.id// – Jawa Tengah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 yang akan digelar pada September mendatang di Kota Semarang. Dalam menyukseskan ajang tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng bersama Dinas Koperasi dan UKM turut mengambil peran strategis.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa MTQ tidak sekadar ajang religi berupa lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Kegiatan berskala nasional ini dinilai mampu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di daerah.
Hal itu sebagai bentuk dukungan, Dekranasda dan Diskop UKM akan terlibat langsung dalam berbagai aspek penyelenggaraan. Mulai dari penyediaan seragam bagi peserta dan panitia, produksi suvenir dan maskot berbasis kerajinan lokal, hingga partisipasi dalam bazar dan pameran selama acara berlangsung.
Menurut Nawal, keterlibatan UMKM menjadi kunci dalam mengoptimalkan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Para pengrajin dan pelaku usaha lokal akan dilibatkan dalam berbagai kebutuhan event, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

Ia menjelaskan, Dekranasda akan menyediakan berbagai kebutuhan seperti batik, makanan, hingga cendera mata khas daerah. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan UMKM di Jawa Tengah.
Selain itu, MTQ Nasional 2026 juga akan dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk unggulan dari 35 kabupaten/kota. Nantinya, pelaku UMKM akan membuka stan pameran, serta didukung dengan keberadaan Galeri Dekranasda sebagai pusat oleh-oleh khas Jawa Tengah.
Beberapa persiapan telah dilakukan, termasuk penyusunan desain seragam yang akan digunakan selama kegiatan. Saat ini terdapat tujuh alternatif motif batik yang tengah dikaji, seperti motif semen gurdo, sawunggaling, burung kuntul, parang, madu bronto, hingga lung-lungan kembang, serta motif khas yang mencerminkan potensi daerah.
Pemilihan desain tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan logo atau maskot resmi MTQ 2026 yang sedang disiapkan.
Nawal berharap, penyelenggaraan MTQ Nasional ini mampu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat sektor ekonomi daerah, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa persiapan terus dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan konsep hingga koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota.
Ia juga menilai ajang ini berpotensi besar dalam mendukung pengembangan wisata halal di Jawa Tengah. Selama pelaksanaan MTQ, berbagai produk UMKM, mulai dari busana hingga kuliner halal, akan ditampilkan untuk menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, diharapkan Jawa Tengah tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meraih prestasi serta memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.
(***)
Tidak ada komentar