SEMARANG, Faktanusantaraico.id// — Dinas Perdagangan Kota Semarang menegaskan bahwa operasional usaha Toko Kue Gambang atau roti ganjel rel di kawasan Pasar Johar telah melalui proses yang sesuai aturan serta mendapat persetujuan dari para pedagang sekitar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menjelaskan bahwa bangunan yang kini digunakan untuk usaha tersebut sebelumnya tidak dimanfaatkan dalam waktu lama. Untuk mengoptimalkan fungsi kawasan pasar, lokasi itu kemudian ditawarkan kepada pelaku usaha agar dapat kembali menghidupkan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan dorongan dari Kementerian Perdagangan yang menginginkan Pasar Johar kembali ramai dan produktif sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Sebelum izin diberikan, pihak dinas telah berkomunikasi dengan perwakilan pedagang melalui Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP). Meskipun sempat muncul kekhawatiran terkait persaingan, para pedagang pada akhirnya mendukung kehadiran usaha tersebut karena dinilai mampu menarik pengunjung.
Ia menegaskan, seluruh proses perizinan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak melanggar aturan terkait bangunan cagar budaya karena tidak ada perubahan pada struktur maupun fungsi bangunan.
Terkait polemik yang beredar, pihaknya mengimbau agar tidak ada pihak yang menyudutkan individu tertentu. Ia menilai kehadiran usaha tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk generasi muda yang berinisiatif mengembangkan usaha di kawasan tersebut.

Selain itu, ia juga meluruskan informasi mengenai pembongkaran pagar di area pasar. Penataan yang dilakukan, kata dia, hanya sebatas perbaikan akses, seperti meratakan bagian tangga agar lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung, terutama lansia dan ibu hamil.
Ke depan, Dinas Perdagangan juga tengah menyiapkan sejumlah program untuk menghidupkan kembali Pasar Johar, di antaranya pengaktifan kembali Pasar Maling serta konsep “Johar Malam Hari” guna meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya di area yang masih sepi.
Program tersebut direncanakan mulai diperkenalkan pada awal Mei mendatang.
(***)
Tidak ada komentar