Baru Tiga Bulan Diresmikan, Kondisi Alun-Alun Pancur Batu Jadi Sorotan Warga

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 23:36 10 Redaksi

Deli Serdang – Keberadaan Alun-Alun Kecamatan Pancur Batu yang baru diresmikan pada 10 Maret 2026 kini menjadi perhatian masyarakat. Fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar tersebut dilaporkan mengalami sejumlah kerusakan dan dinilai kurang terawat meski usianya masih tergolong baru.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025, proyek pembangunan Alun-Alun Pancur Batu memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.163.548.455,22. Proyek tersebut diharapkan menjadi ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial dan rekreasi.

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bagian fasilitas mengalami penurunan kondisi. Terlihat adanya genangan air di sejumlah titik, bagian bangunan yang mengalami kerusakan, serta area yang mulai dipenuhi sampah. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari warga yang berharap fasilitas umum tersebut dapat segera mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai.

Lokasi alun-alun yang berada tidak jauh dari Kantor Camat Pancur Batu turut menjadi bahan diskusi masyarakat. Sejumlah warga menilai pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik perlu ditingkatkan agar keberadaan alun-alun tetap nyaman digunakan dan tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.

Sebagai fasilitas yang dibangun dengan dana pemerintah, masyarakat berharap adanya koordinasi antara pihak terkait untuk memastikan kebersihan, keamanan, serta keberlangsungan fungsi alun-alun sebagai ruang publik. Upaya pemeliharaan rutin dinilai penting guna menjaga kualitas bangunan dan kenyamanan pengunjung.

Sementara itu, tim media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Camat Pancur Batu terkait kondisi alun-alun tersebut. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi yang dapat menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait perawatan maupun pengelolaan fasilitas tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret agar Alun-Alun Pancur Batu tetap menjadi sarana publik yang representatif dan memberikan manfaat bagi warga setempat. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA