
GUNUNGKIDUL, Faktanusantara.co.id//, – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terapan 2026 di Desa Wisata Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul.

Melalui program bertema Membangun Fondasi Digital Storytelling, UGM memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat promosi wisata sekaligus melestarikan budaya lokal.

Program tersebut menghadirkan sistem informasi digital yang memungkinkan wisatawan memperoleh berbagai informasi destinasi hanya dengan memindai QR Code.
Melalui fitur tersebut, pengunjung dapat mengakses sejarah lokasi, nilai budaya, foto, video, audio penjelasan, hingga peta dan informasi aktivitas wisata secara praktis melalui telepon pintar.
Selain itu, tim pengabdian juga mengembangkan Web-App Desa Wisata Kalurahan Grogol sebagai pusat informasi terpadu.
Platform ini memuat profil desa, paket wisata, kalender kegiatan, daftar destinasi, galeri foto, layanan reservasi, serta informasi lokasi sehingga promosi wisata menjadi lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.
Penerapan QR Code di sejumlah objek wisata dan situs budaya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih edukatif dan interaktif.
Konsep digital storytelling yang diterapkan memungkinkan setiap destinasi menyampaikan kisah dan nilai budaya secara menarik sehingga meningkatkan keterikatan wisatawan dengan lingkungan setempat.
Sebelum pembangunan sistem dilakukan, tim UGM terlebih dahulu mendata berbagai potensi desa, seperti atraksi budaya, kawasan agroforestri, kuliner khas, tradisi lokal, hingga jalur wisata.
Seluruh data tersebut kemudian disusun menjadi basis data digital yang menjadi sumber informasi dalam web-app maupun layanan QR Code.
Program ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Karang Taruna, komunitas budaya, dan warga setempat memperoleh pelatihan mengenai pembuatan konten digital, pengelolaan website, teknik digital storytelling, serta manajemen sistem QR Code agar mampu mengelola platform secara mandiri.
Melalui inisiatif tersebut, UGM berharap Desa Wisata Kalurahan Grogol memiliki sistem promosi yang lebih modern, meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat perekonomian masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya lokal.
Transformasi digital ini diharapkan menjadi contoh pengembangan desa wisata berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
(***)
Tidak ada komentar