Begal Curup Lubuklinggau Merajalela, Warga Minta Polisi Temb4k Pelaku

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Mar 2026 08:09 9 Redaksi

 

REJANGLEBONG, FAKTANUSANTARA.co.id// – Kendati sudah berdiri Pos Pengamanan (Pospam) Polisi serta giat patroli rutin di sepanjang jalur lintas Curup-Lubuklinggau, aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat masih terus terjadi.

Hingga H-3 lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, yakni Rabu 18 Maret 2026, kasus begal kembali terjadi di salah satu jalur utama pelintas mudik Bengkulu-Sumatera Selatan, persisnya di wilayah Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Masyarakat meminta Polres Rejang Lebong benar-benar menempuh langkah tegas sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang saat ini harus melintas di jalur tersebut dalam rangka mudik lebaran.

“Kalau perlu kami minta polisi tembak pelakunya di tempat karena aksi kejahatan yang masih terus terjadi itu seolah menunjukkan sikap pelaku yang seolah tidak menghitung keberadaan aparat penegak hukum di sekelilingnya,” kata tokoh masyarakat Rejang Lebong, H. Awaluddin Syuib.

Senada disampaikan tokoh pemuda Rejang Lebong, Arazy Cangli, SH yang mengatakan, sangat kecil kemungkinan pelaku kejahatan masih bisa membegalal pelintas mudik jika giat patroli rutin telah dilakukan dengan maksimal.

Apalagi disebut-sebut Polres telah menempatkan polisi berpakaian preman di titik-titik rawan yang diklaim benar-benar tepat sasaran, artinya peluang pelaku kejahatan melakukan aksinya semakin tertutup.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah geram turun tangan menggunakan caranya sendiri mengatasi aksi premanisme dan kejahatan beg4l di tengah padatnya arus lintas seiring mudik lebaran,” terang Arazy.

Sementara Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Florentus Situngkir, S.IK melalui Kasi Humas, AKP. Hasan Basri mengaku akan melipatgandakan pengamanan di jalur lintas Curup-Lubuklinggau.

Tidak dipungkirinya, Polres Rejang Lebong masih kecolongan dengan aksi begal yang terjadi di wilayah Lembak di tengah situasi arus lintas Curup-Lubuklinggau yang padat seiring mudik lebaran.

“Justru itu kami harap peran serta masyarakat, khususnya para tokoh dan perangkat kecamatan di wilayah Lembak untuk bersama-sama menjaga dan memerangi aksi kejahatan begal di wilayahnya,” ungkap Hasan.

Pantauan sejak berdiri Pospam di masa Operasi Ketupat Nala 2026 telah terjadi 3 kasus begal motor di jalur lintas Curup-Lubuklinggau. Namun sampai saat ini belum satupun pelaku yang terungkap.

(red Andi lrawan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA