Jamasan Agung 2026 di Kulon Progo Jadi Momentum Pelestarian Tradisi, Dandim 0731 Hadir Bersama Forkopimda

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Jul 2026 21:19 3 Redaksi

Kulon Progo, Faktanusantara.co.id//, – Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., menghadiri rangkaian kegiatan Jamasan Agung Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (11/7/2026).

 

Tradisi tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

 

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Joko Mursito, S.Sn., M.A., sebagai penanggung jawab. Prosesi budaya ini diikuti berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, A.Md., Ketua DPRD Aris Syarifuddin, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., Kabagum Satradar 404 Congot Kapten Lek Yanto, Danpos TNI AL Karangwuni Kapten Laut (T) Dicky Nugraha, S.Tr.(Han)., Danton Kompi 1 Batalyon B Pelopor Ipda Andi Raharjo, para kepala OPD, serta seluruh panewu se-Kabupaten Kulon Progo.

 

Rangkaian acara diawali dengan kirab pusaka dari halaman Kantor Pemerintah Daerah Kulon Progo menuju Plengkung Selatan Rumah Dinas Bupati di kawasan Alun-Alun Wates.

 

Di lokasi tersebut dilaksanakan prosesi penyerahan pusaka yang dilanjutkan dengan ritual jamasan terhadap pusaka Kanjeng Kyai Bantar Angin dan Kanjeng Kyai Amiluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur.

 

Setelah prosesi selesai, rombongan kirab kembali menuju kompleks Kantor Pemda Kulon Progo. Acara kemudian ditutup dengan pengumuman hasil lomba kirab bregada.

 

Bregodo Kapanewon Temon berhasil meraih juara pertama, diikuti Bregodo Kapanewon Nanggulan sebagai juara kedua, dan Bregodo Kapanewon Pengasih di posisi ketiga.

 

Melalui penyelenggaraan Jamasan Agung, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal tetap terpelihara serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA