Kasus Dugaan Pencurian Mobil Purnawirawan Polisi di Polres Minahasa Jadi Sorotan, Penanganan Dinilai Lamban

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Jun 2026 22:38 5 Redaksi

Minahasa, Faktanusantara.co.id//, – Kasus dugaan pencurian mobil yang menimpa AKP (Purn) Saleh Paramata, seorang purnawirawan Polri, menjadi perhatian publik setelah proses penanganannya dinilai berjalan lambat.

 

Kendaraan milik pensiunan polisi yang telah mengabdi selama 38 tahun tersebut dilaporkan hilang di lingkungan Polres Minahasa dan hingga kini belum berhasil ditemukan.

 

Menurut informasi yang beredar, kendaraan tersebut diduga dibawa oleh seorang anggota aktif Polri yang bertugas di Unit Jatanras Polres Minahasa.

 

Peristiwa itu disebut telah dilaporkan sejak beberapa bulan lalu, namun perkembangan penyelidikannya masih menjadi tanda tanya bagi korban dan keluarganya.

 

Saleh Paramata mengaku mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan kendaraan yang diperoleh melalui pinjaman dana pensiun.

 

Ia masih harus menanggung kewajiban pembayaran cicilan, sementara manfaat kendaraan tersebut tidak lagi dapat dirasakan karena keberadaannya belum diketahui.

 

Di sisi lain, proses penanganan perkara juga menjadi sorotan. Korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum.

 

Beberapa pihak menilai langkah-langkah penyelidikan perlu dipercepat agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.

 

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

 

Ia meminta agar seluruh pihak yang terkait dalam penanganan perkara bekerja secara objektif dan tidak memberikan ruang bagi praktik perlindungan terhadap pelanggaran hukum.

 

Selain itu, sejumlah kalangan menilai kasus ini menjadi ujian bagi komitmen institusi kepolisian dalam menegakkan disiplin dan hukum di lingkungan internalnya.

 

Mereka berharap proses pemeriksaan dapat dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

 

Pengamat juga menekankan bahwa integritas aparat penegak hukum merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

 

Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota institusi harus ditangani sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

 

Hingga saat ini, korban masih menantikan kejelasan terkait keberadaan kendaraan miliknya serta perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.

 

Publik pun berharap kasus tersebut dapat segera memperoleh penyelesaian yang adil dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA