Dandim Kulon Progo Hadir Buka Pelatihan Sabun Alpukat untuk Penyandang Disabilitas di Nanggulan

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 19:01 9 Redaksi

KULON PROGO, Faktanusantara.co.id// – Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., http://M.Han., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXII Ny. Pindo Dyan hadir dalam pembukaan pelatihan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, Jumat 10 Juli 2026.

Pelatihan bertajuk pembuatan “Sabun Jaga” berbahan dasar alpukat ini digelar di Aula Kantor Kapanewon Nanggulan. Kegiatan merupakan hasil kerja sama PT Jasa Marga dengan Universitas Airlangga. Puluhan peserta disabilitas mengikuti pelatihan yang dikoordinatori Purdiyanta selaku Ketua Agro Nanggulan sekaligus perwakilan PT Jasa Marga.

Turut hadir jajaran Forkopimkap Nanggulan, pakar Keistimewaan DIY Dr. Haryadi Baskoro, Guru Besar Fakultas Keperawatan UNAIR Prof. Dr. Esti Yunitasari, Ketua GPPMP DIY Yusuf Langke, psikiater anak dan remaja Budi Kristianto, Direktur PT Raga Jiwa Mulia Rizky Fransisco, serta perangkat Kapanewon Nanggulan.

*Manfaatkan Alpukat Afkir Jadi Produk Bernilai Ekonomi*

Purdiyanta menjelaskan, sejak 2017 Kapanewon Nanggulan mengembangkan sektor agrobisnis melalui budidaya kelengkeng. Kini dikembangkan pula sekitar 18 ribu pohon alpukat.

Alpukat dengan kualitas ekspor dijual sebagai buah konsumsi. Sementara buah yang tidak lolos standar mutu diolah menjadi bahan baku “Sabun Jaga”. Langkah ini diharapkan memberi nilai tambah dan menciptakan produk turunan dari potensi lokal.

Program pelatihan ini mendapat dukungan sejumlah BUMN seperti PT Jasa Marga dan Angkasa Pura. Rencananya kegiatan akan berjalan bertahap dan berkelanjutan.

*Dukungan Pemkab dan UNAIR untuk Kemandirian Disabilitas*

Panewu Nanggulan Drs. Sri Wahyuniarto, M.A., menyampaikan apresiasi kepada Purdiyanta atas inisiasi kegiatan. Ia juga berterima kasih kepada UNAIR yang mendampingi penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan dan bisa lebih mandiri secara ekonomi.

Apresiasi juga diberikan kepada para pelaku usaha yang turut mendukung pelatihan serta promosi produk unggulan Nanggulan.

Prof. Dr. Esti Yunitasari, http://S.Kp., http://M.Kes. dari UNAIR menerangkan bahwa sabun ini sudah melalui uji laboratorium. Dengan begitu keamanan dan mutunya terjamin.

“Pemilihan alpukat bukan tanpa alasan. Selain bernutrisi, alpukat juga bagus untuk perawatan kulit dan kosmetik. Ini peluang besar untuk menjadikan potensi daerah sebagai produk unggulan,” ujarnya.

*Harapan Jadi Produk Unggulan Daerah*

Letkol Inf Dyan Niti Sukma menyebut Kodim 0731/Kulon Progo sebelumnya telah berkolaborasi dengan Purdiyanta dalam program penanaman Alpukat Miki. Ia berharap inovasi “Sabun Jaga” bisa tumbuh menjadi produk khas daerah.

“Kulon Progo khususnya Nanggulan punya potensi agrowisata besar di komoditas kelengkeng dan alpukat. Dengan mengolah potensi lokal menjadi sabun dan kerajinan, diharapkan lahir produk yang punya daya saing di pasaran,” katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun oleh peserta.

(Pendim 0731)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA