Pilur Gunungkidul 2026, Kalurahan Monggol Pecah Rekor dengan 7 Bacalur

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Jul 2026 18:12 6 Redaksi

GUNUNGKIDUL, Faktanusantara.co.id// – Peta persaingan Pemilihan Lurah (Pilur) 2026 di Kabupaten Gunungkidul semakin menarik. Dari 31 kalurahan yang menggelar Pilur tahun ini, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, mencatat jumlah bakal calon lurah (Bacalur) terbanyak.

Hingga penutupan pendaftaran resmi pada Kamis (23/7/2026), tercatat tujuh orang telah mengembalikan formulir beserta kelengkapan berkas persyaratan. Tingginya animo ini menunjukkan besarnya keinginan warga untuk ikut menentukan arah pembangunan Monggol delapan tahun ke depan.

Carik Kalurahan Monggol, Bayu, membenarkan jumlah pendaftar tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026). Ketujuh Bacalur yang resmi mendaftar adalah Maryoto, Tukijan, Rahman Dwi Syahputra, Sukamto, Eka Setyaningsih, Sunarto, dan Lasio yang merupakan lurah petahana.

Lasio diketahui baru mengembalikan berkas di detik-detik terakhir menjelang penutupan. Dengan demikian, ia akan berhadapan dengan enam penantang untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Kalurahan Monggol.

Meski jumlah pendaftar mencapai tujuh orang, tidak semuanya bisa melaju ke pemungutan suara. Sesuai Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 36 Tahun 2021, jumlah calon lurah yang berhak mengikuti Pilur dibatasi maksimal lima orang. Artinya, dua Bacalur akan gugur dalam tahapan seleksi administrasi.

Bayu menjelaskan, pemeriksaan kelengkapan berkas dan penilaian administrasi dijadwalkan pada 6 September 2026. Dari tahapan tersebut akan ditentukan lima Bacalur dengan nilai terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Persaingan di Monggol diprediksi menjadi salah satu yang paling kompetitif di Pilur Gunungkidul 2026. Para kandidat tidak hanya dituntut memiliki rekam jejak baik, tetapi juga harus mampu menawarkan gagasan dan visi pembangunan yang meyakinkan masyarakat.

Pemerintah Kalurahan mengimbau warga tetap menjaga persatuan di tengah tingginya tensi kompetisi. Perbedaan pilihan diminta tidak memecah persaudaraan.

“Demokrasi adalah ruang memilih pemimpin terbaik, bukan ajang memecah persaudaraan. Perbedaan pilihan itu wajar, tujuannya tetap sama yaitu menghadirkan Kalurahan Monggol yang lebih maju dalam delapan tahun mendatang,” ujar Bayu.

Ia berharap seluruh tahapan Pilur berjalan aman dan kondusif. Setelah penutupan pendaftaran, tahapan akan berlanjut ke pemeriksaan berkas, seleksi administrasi, penetapan calon tetap, pengundian nomor urut, masa kampanye, hingga pemungutan suara.

Dengan tujuh pendaftar, Kalurahan Monggol resmi menjadi kalurahan dengan Bacalur terbanyak di Gunungkidul pada Pilur 2026.

*(red.)*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA