Viral Video Begal di Purworejo Hoaks, Polisi Pastikan Pengeroyokan Antar Pelajar

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 16:07 22 Redaksi

PURWOREJO, Faktanusantara.co.id// – Polres Purworejo menegaskan video viral di media sosial yang menyebut terjadi aksi pembegalan di wilayahnya tidak sesuai fakta. Hasil penyelidikan memastikan peristiwa tersebut merupakan kasus pengeroyokan antar kelompok pelajar.

Penegasan disampaikan dalam konferensi pers di Lobby Tatag Trawang Tungga Polres Purworejo, Kamis (30/7). Konferensi pers dipimpin Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, didampingi Kasi Humas AKP Ida Widaastuti dan Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyono.

AKP Dwiyono menjelaskan peristiwa terjadi Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 20.38 WIB di jalan raya depan rumah warga, Dusun Beji, Kelurahan Sucenjuru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Akibat kejadian, korban AU (18) warga Purworejo mengalami luka bacok di punggung. Korban lainnya, AE (18) warga Kecamatan Bener, mengalami luka lecet pada lutut dan siku akibat terjatuh dari sepeda motor. S (17) warga Bener tidak mengalami luka, sedangkan MS (16) warga Kecamatan Loano mengalami luka pada siku kiri. Korban luka telah mendapat perawatan medis. Dua korban yang sempat dirawat di RSUD Tjitrowardojo Purworejo telah diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Purworejo menyebut peristiwa berawal dari permusuhan antarkelompok pelajar yang sudah berlangsung lama. Kelompok korban berasal dari salah satu sekolah di Purworejo, sedangkan kelompok lawan berasal dari sekolah di Kebumen dan Kutoarjo.

Rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB setelah jam pulang sekolah. Kelompok korban berkumpul di Jalan Baru Lugosobo, Kecamatan Gebang, dan mengonsumsi minuman keras jenis ciu. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, salah satu korban berinisial AU mengirim pesan melalui Direct Message (DM) media sosial kepada kelompok pelajar dari Kebumen untuk menantang berkelahi.

Kelompok korban kemudian berkonvoi menuju Kutoarjo untuk mencari lawan, namun tidak bertemu. Sebagian rombongan memilih pulang, sementara empat korban melanjutkan berkumpul sambil mengonsumsi miras di kawasan Jalan Pahlawan.

Sekitar pukul 20.38 WIB, rombongan korban berpapasan dengan kelompok pelaku yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor. Setelah sempat ditanya asal sekolah, para korban berusaha melarikan diri ke arah selatan menuju kawasan GOR. Namun di sekitar Kampus UMP Sucen, mereka dipepet salah satu pelaku yang mengendarai Honda PCX warna putih.

Dalam kejadian itu, AU diduga dibacok pada bagian punggung, sementara sepeda motor korban ditendang hingga terjatuh. Setelah melakukan kekerasan, para pelaku melarikan diri. Hingga kini, Satreskrim Polres Purworejo masih menyelidiki identitas para pelaku.

Menanggapi maraknya kekerasan antarpelajar, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra melalui Kasi Humas AKP Ida Widaastuti mengimbau pelajar tidak mudah terprovokasi, bijak menggunakan media sosial, serta menjauhi minuman keras yang kerap menjadi pemicu kekerasan.

Kepolisian juga meminta peran aktif orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Atas perbuatannya, para pelaku dapat dijerat Pasal 262 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana kekerasan bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang yang mengakibatkan kerusakan maupun luka-luka.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA