Nobar Final Liga 2 PSS Sleman vs Garuda Yaksa Digelar di Berbagai Wilayah Sleman, Warga Antusias Ikuti Pertandingan

waktu baca 3 menit
Minggu, 10 Mei 2026 13:50 11 Redaksi

SLEMAN, Faktanusantara.co.id//, – Pertandingan final Liga 2 Championship 2026 antara PSS Sleman melawan Garuda Yaksa FC (GFC) berlangsung meriah pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, di Maguwoharjo International Stadium (MIS).

 

Laga penentuan gelar juara tersebut menyita perhatian ribuan pendukung sepak bola, khususnya suporter PSS Sleman.

Meski kedua tim telah memastikan promosi ke Liga 1 musim 2026/2027, pertandingan final tetap digelar untuk menentukan posisi juara dan runner-up Liga 2 Championship.

 

Kick off dimulai pukul 19.00 WIB dengan tensi pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal.

 

Dalam waktu normal 2×45 menit, kedua tim bermain imbang dengan skor 2-2. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2×15 menit, namun kedudukan tetap tidak berubah. Penentuan juara akhirnya dilakukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan tersebut, Garuda Yaksa FC berhasil tampil lebih efektif dan memastikan kemenangan atas PSS Sleman.

 

Dengan hasil itu, GFC keluar sebagai juara Liga 2 Championship 2026, sementara PSS Sleman harus puas berada di posisi kedua.

Sebelumnya, tim Adhiyaksa telah lebih dulu memastikan tiket promosi melalui jalur playoff.

 

Dengan demikian, terdapat tiga klub yang resmi naik kasta ke Liga 1 musim depan, yakni Garuda Yaksa FC, PSS Sleman, dan Adhiyaksa.

 

Terbatasnya kapasitas penonton di Stadion MIS yang hanya menyediakan sekitar 16 ribu tiket membuat Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah antisipasi.

 

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengimbau seluruh kapanewon untuk menggelar acara nonton bareng (nobar) agar para pendukung PSS tidak memusatkan diri di stadion.

 

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari berbagai wilayah.

 

Sejumlah titik nobar pun disiapkan di pendopo kapanewon, kantor kalurahan, lapangan hingga fasilitas umum lainnya agar mudah dijangkau masyarakat.

 

Beberapa lokasi nobar tersebar di berbagai kapanewon seperti Cangkringan, Pakem, Tempel, Seyegan, Minggir, Moyudan, Ngaglik, Mlati, Kalasan, Prambanan, Depok, Berbah, Gamping dan wilayah lainnya.

 

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik wilayah Sleman bagian timur, suasana nobar terpantau cukup kondusif dan tidak terlalu padat.

 

Hal itu dipengaruhi siaran langsung pertandingan yang juga ditayangkan di televisi nasional sehingga masyarakat dapat menyaksikan laga dari rumah masing-masing.

 

Penewu Anom Kapanewon Berbah menjelaskan bahwa kegiatan nobar dilakukan sebagai bentuk fasilitasi bagi masyarakat pecinta PSS Sleman agar dapat menikmati pertandingan bersama tanpa harus datang ke stadion.

 

Sementara itu, pihak Kapanewon Prambanan menyebut persiapan nobar berjalan lancar karena perlengkapan seperti LCD, laptop dan layar proyektor telah tersedia sebelumnya.

 

Di Kalurahan Bokoharjo, kegiatan nobar dilaksanakan secara swadaya oleh karang taruna setempat.

 

Panitia bahkan menyediakan minuman hangat dan makanan ringan gratis bagi warga yang hadir untuk menyaksikan pertandingan bersama.

 

Selama laga berlangsung, suasana nobar dipenuhi sorak sorai pendukung ketika PSS berhasil mencetak gol. Namun ketegangan berubah menjadi rasa kecewa saat Garuda Yaksa mampu menyamakan skor hingga akhirnya unggul dalam adu penalti.

 

Meski PSS gagal meraih gelar juara, para pendukung tetap menunjukkan sikap tertib hingga pertandingan berakhir.

 

Warga membubarkan diri dengan aman dan situasi di seluruh titik nobar berlangsung kondusif.

 

Kekalahan di partai final tidak menghapus pencapaian PSS Sleman yang tetap berhasil memastikan promosi ke Liga 1 musim 2026/2027.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA