
BANYUMAS, Faktanusantara.co.id//– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas mengadakan pelatihan keterampilan Z-Barbershop bagi para mustahik produktif di Pondok Pesantren Al Falah Mangoensari, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Selasa (19/05/2026).

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemberdayaan ekonomi santri melalui pengembangan usaha kreatif dan produktif.

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (22/05/2026) itu terselenggara melalui kerja sama antara BAZNAS Banyumas, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Banyumas, serta dukungan dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 80 peserta dari 47 pondok pesantren dan masyarakat umum mengikuti pelatihan tersebut.
Ketua BAZNAS Banyumas, Khasanatul Mufidah, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan santri yang tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga keterampilan usaha yang dapat menunjang kemandirian ekonomi.

Menurutnya, setelah pelatihan selesai para peserta akan menjalani proses evaluasi sebelum nantinya diarahkan untuk mengembangkan usaha barbershop di lingkungan pesantren masing-masing.

“Kami berharap ke depan setiap pondok pesantren memiliki unit usaha mandiri sehingga santri mampu mengembangkan potensi ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru,” ungkapnya.
Selain program Z-Barbershop, BAZNAS Banyumas saat ini juga tengah menuntaskan target pembentukan 100 unit Z-Mart sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, menilai santri memiliki peluang besar untuk berkembang di sektor kewirausahaan. Ia menegaskan pentingnya membangun mental usaha agar para santri mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Santri harus memiliki semangat berwirausaha dan mampu menjadi penggerak ekonomi umat di masa mendatang,” katanya.
Ketua RMI NU Banyumas, Gus Munif, turut memberikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, program seperti ini sangat membantu meningkatkan keterampilan praktis bagi kalangan santri.
Dalam pelatihan itu, setiap kelompok peserta juga memperoleh bantuan perlengkapan operasional barbershop serta uang saku untuk mendukung praktik usaha setelah kegiatan selesai.
(Tim)



Tidak ada komentar