Petani Madurejo Prambanan Sleman Mulai Panen Padi, Keluhan Biaya dan Hama Masih Jadi Tantangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 08:47 11 Admin Faktanusantara

SLEMAN, Faktanusantara.co.id// – Masa panen padi di Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY sudah tiba.
Proses dari pembibitan hingga panen memakan waktu sekitar 3-4 bulan, meliputi persiapan lahan, penanaman, pemupukan, perawatan, sampai pemanenan.

Sepanjang proses tersebut petani menghadapi kendala sekaligus kemudahan.
Kegiatan mulai dari membajak, menanam, membersihkan gulma hingga panen memerlukan tenaga kerja yang harus dibayar, kecuali jika dikerjakan sendiri.

Untuk pemupukan, petani biasanya menggunakan kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang.
Pupuk kandang hanya berfungsi sebagai penambah nutrisi, sedangkan pupuk utama tetap berasal dari pabrik.
Petani memperoleh pupuk kimia dari dua sumber, yaitu pupuk subsidi pemerintah dan pembelian di toko pertanian.
Harga dan kualitas keduanya berbeda, dan mahalnya harga pupuk menjadi beban utama.
Jika terjadi kelangkaan, petani harus berusaha mencari ke berbagai tempat.

Seorang petani yang enggan disebut namanya mengatakan harga pupuk yang tinggi sangat memberatkan petani kecil.
Hasil panen sering kali tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga berisiko rugi.
Mengandalkan pupuk kandang saja tidak cukup karena fungsinya hanya pelengkap, sedangkan pupuk kimia tetap menjadi kebutuhan utama.

Petani lain mengeluhkan serangan hama tikus yang merusak tanaman sejak masa pertumbuhan hingga menjelang panen.
Hama ini sulit dikendalikan dan pernah menyebabkan kerusakan parah pada periode panen sebelumnya.
Mereka berharap pemerintah segera mencari solusi pengendalian hama dan menstabilkan harga bibit, obat, serta pupuk, sekaligus menaikkan harga gabah agar petani lebih sejahtera.

Secara perhitungan ekonomi, petani menilai keuntungan sulit didapat jika harga sarana produksi mahal sementara harga jual gabah rendah.
Namun secara sosial, kegiatan bertani tetap berjalan karena menanam dianggap sebagai cara menjaga modal yang akan kembali saat panen.
Selain itu, aktivitas di sawah turut menghidupi warga sekitar yang bekerja sebagai buruh tani dan peternak yang memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak.

Kemudahan yang dirasakan petani Madurejo adalah ketersediaan irigasi dengan aliran air yang cukup dan mudah diakses.
Hanya saat kemarau panjang, pengairan dilakukan bergilir sesuai jadwal prioritas.
Keberadaan kelompok tani juga membantu memperlancar komunikasi antara petani dan pemangku kebijakan.
(Wid)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA