Tolak Tambang Galian C, Warga Tunggulsari dan BEM Kendal Gelar Aksi di DPRD Kendal

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Jun 2026 23:41 8 Redaksi

Kendal – Faktanusantara.co.id// – Ratusan warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa BEM Kendal melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kendal, Senin 22 Juni 2026. Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana aktivitas galian C di wilayah desanya.

Massa yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu itu meneriakkan yel-yel sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Rusak Desa Kami”, “Hasil Musdes Sepakat Tolak Galian C”, “Kawasan Anti Gebal”, “Petani Tulang Punggung Negara”, “Peringatan Terakhir Tolak Galian C”, serta “Jawa Tengah Wis Parah”.

Dalam orasinya, salah satu peserta aksi bernama Bonang menegaskan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana tambang galian C di Desa Tunggulsari. Menurutnya, kegiatan tambang telah mengubah perbukitan hijau di Kendal.

“Dulu sebelum 2019, bukit Tunggulsari dan bukit Ngampel semuanya masih hijau. Tapi karena ulah kalian, sekarang berubah kuning. Kendal jadi dikenal dengan kegebalannya, dam truknya, dan galian C-nya. Selamat datang di kabupaten galian C,” ucapnya.

“Kalimat-kalimat itu ramai di media sosial dan jadi obrolan masyarakat. Bahkan Bupati Kendal bukannya disambut tepuk tangan, malah dicibir, selamat datang ratu galian C, selamat datang bupati tambang,” tambah Bonang.

Karena itu, ia mendesak Bupati Kendal agar mendengar aspirasi warga yang sudah banyak disuarakan dan meneruskannya ke pihak terkait.

“Segera usut oknum dewan yang ikut campur dan cawe-cawe melancarkan tambang galian C,” tegas Bonang dalam orasinya.

Di lokasi yang sama, perwakilan BEM Kendal, Najib, meminta pemerintah kabupaten lebih berpihak pada aspirasi rakyat. Ia juga menyoroti program MBG dan persoalan galian C.

“Kami menuntut, masyarakat Kendal dan mahasiswa menolak serta menutup program makan bergizi gratis, juga menolak galian C di Kendal,” ujarnya.

Najib mengaku mendapat data dari Dinas Lingkungan Hidup DLH bahwa di Kendal ada 44 tambang yang beroperasi.

“Namun target retribusi tambang tahun 2025 dari Pemkab Kendal hanya Rp 2,5 miliar. Padahal hitungan pajak, satu tambang saja mestinya menyumbang Rp 1,1 miliar. Ke mana bocornya? Seharusnya bisa masuk Rp 40 miliar,” tegasnya.

“Belum lagi dampak galian C selama ini, mulai dari gangguan lalu lintas, longsor, sampai banjir,” ungkap Najib.

Hingga aksi di depan Gedung DPRD Kendal selesai, tidak ada anggota dewan yang menemui massa. Aksi dikawal ketat aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Sejumlah Polwan terlihat membentangkan poster bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Demokrasi”, “Suaramu Berarti”, dan “Haus Bikin Emosi Jangan Lupa Minum Air Putih”, sambil membagikan air mineral kepada peserta aksi.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA