1.437 Petugas Turun ke Lapangan, BPS Semarang Mulai Pendataan Sensus Ekonomi 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 16:42 17 Redaksi

Semarang, Faktanusantara.co.id//, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang. Untuk mendukung kegiatan tersebut, sebanyak 1.437 petugas lapangan diterjunkan guna menjangkau seluruh wilayah Kota Semarang.

 

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Tjahyono, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap satu dekade.

 

Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan.

 

Menurutnya, pendataan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, hingga sektor jasa.

 

Melalui hasil sensus tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi dan struktur ekonomi daerah.

 

Selain mendata pelaku usaha yang telah teridentifikasi, petugas juga akan menjangkau rumah tangga yang memiliki potensi kegiatan ekonomi.

 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas usaha yang berkembang di masyarakat dapat tercatat secara lengkap.

 

Para petugas yang diterjunkan merupakan mitra statistik hasil rekrutmen terbuka dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk mahasiswa, sarjana, hingga ibu rumah tangga yang telah memenuhi persyaratan dan lolos seleksi.

 

Sebelum menjalankan tugas di lapangan, seluruh petugas mendapatkan pelatihan teknis serta pembekalan mengenai metode pendataan.

 

Mereka juga dibekali surat tugas resmi, kartu identitas, dan rompi khusus sebagai tanda pengenal saat bertugas.

 

Pada tahap awal pelaksanaan, petugas diwajibkan melakukan koordinasi dengan perangkat wilayah setempat, seperti lurah, ketua RW, dan ketua RT.

 

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pendataan di lingkungan masyarakat.

 

Pendataan akan menjangkau sekitar 11.300 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau RT yang tersebar di Kota Semarang.

 

Setiap petugas bertanggung jawab melakukan pendataan pada sekitar 10 hingga 20 RT sesuai pembagian wilayah kerja.

 

BPS Kota Semarang mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.

 

Kejujuran responden dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas.

 

Rudi menegaskan bahwa data hasil Sensus Ekonomi akan menjadi salah satu landasan utama bagi pemerintah dalam merancang program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

 

Selain itu, hasil sensus juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk membaca peluang pasar dan mengembangkan bisnis mereka.

 

Sebelumnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah ditandai dengan Apel Siaga Petugas yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kawasan Simpang Lima Semarang. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sony Harry Wibowo Arimadji, sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan sensus di seluruh wilayah Jawa Tengah.

 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para petugas semakin siap menjalankan tugas sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi sebagai dasar pembangunan yang berbasis data dan fakta di lapangan.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA