Edukasi P3K di Rutan Salatiga, Warga Binaan Dibekali Penanganan Darurat

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 13:06 17 Admin Faktanusantara

Salatiga, Senin (4 Mei 2026), Faktanusantara.co.id// — Rumah Tahanan (Rutan) Salatiga kembali mengadakan kegiatan pembinaan di bidang kesehatan dengan menggelar edukasi Pertolongan Pertama pada Keadaan Darurat (P3K). Kegiatan tersebut berlangsung di aula rutan sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 30 warga binaan yang mewakili setiap kamar hunian.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman dasar terkait langkah awal penanganan kondisi darurat. Pengetahuan P3K dinilai penting untuk membantu menyelamatkan korban, mencegah kondisi semakin parah, serta meminimalkan risiko sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Dalam sesi penyampaian materi, tim medis menekankan pentingnya memastikan keselamatan penolong, korban, dan lingkungan sekitar sebelum melakukan tindakan.

Penanganan juga harus disesuaikan dengan kondisi korban, menggunakan prinsip yang benar dan menghindari kesalahan yang kerap dipengaruhi informasi yang tidak tepat.

Untuk kondisi yang serius, peserta diingatkan agar segera melaporkan dan merujuk korban ke layanan kesehatan yang tersedia di dalam rutan.

Kegiatan ini dipandu oleh dokter rutan bersama tenaga kesehatan serta melibatkan mahasiswa yang turut memberikan edukasi secara interaktif agar materi lebih mudah dipahami peserta.

Dokter Rutan Salatiga, dr. Ihsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga binaan saat menghadapi situasi darurat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan warga binaan memiliki pengetahuan dasar yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama, sehingga bisa membantu secara cepat dan aman tanpa menimbulkan risiko tambahan,” jelasnya.

Salah satu peserta, Fila, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Sekarang kami lebih mengerti cara bertindak saat kondisi darurat dan tidak lagi asal dalam memberikan pertolongan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara mental, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi situasi darurat.
(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA