Instalasi Lampu Hias pada Proyek Pembatas Jalan di Tanah Bumbu Disorot, Warga Pertanyakan Standar Keamanan

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Jun 2026 21:35 7 Redaksi

Tanah Bumbu, Faktanusantara.co.id//, – Pekerjaan pembangunan pembatas jalan yang dilengkapi lampu hias di kawasan Simpang Empat, tepatnya di sekitar persimpangan lampu lalu lintas menuju Jalan Pelajau dan Jalan Raya Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, menuai perhatian masyarakat.

 

Warga menyoroti sistem instalasi kelistrikan yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

 

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, terlihat jaringan kabel untuk lampu hias dipasang di sepanjang trotoar dan median jalan. Kabel yang digunakan merupakan kabel udara yang tersambung dengan kabel lampu dekoratif pada pembatas jalan.

 

Sejumlah warga menilai pemasangan tersebut perlu mendapat evaluasi lebih lanjut guna memastikan kesesuaiannya dengan standar teknis dan aspek keselamatan kelistrikan.

 

Selain itu, metode pengikatan kabel juga menjadi perhatian. Beberapa bagian instalasi terlihat menggunakan kawat yang dibalut isolasi sebagai pengikat.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan sistem pengamanan yang diterapkan dalam proyek tersebut, terutama karena berada di area publik yang setiap hari dilalui masyarakat.

 

Kekhawatiran warga semakin meningkat saat musim hujan. Mereka menilai keberadaan instalasi listrik di ruang terbuka harus dilengkapi sistem perlindungan yang memadai untuk menghindari kemungkinan terjadinya gangguan kelistrikan.

 

Terlebih, pembatas jalan yang terbuat dari material logam dinilai dapat menjadi penghantar apabila terjadi kebocoran arus.

 

Seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku khawatir terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan fasilitas publik.

 

“Kami berharap pihak yang bertanggung jawab dapat melakukan pengecekan dan perbaikan jika memang ada bagian instalasi yang belum sesuai standar. Jangan sampai menimbulkan risiko bagi pengguna jalan,” ujarnya.

 

Ia juga berharap langkah antisipasi segera dilakukan agar masyarakat merasa aman saat melintas, khususnya ketika cuaca buruk dan genangan air muncul di sekitar lokasi proyek.

 

Masyarakat menilai bahwa proyek yang melibatkan instalasi listrik di ruang terbuka semestinya menerapkan prosedur keselamatan secara ketat. Selain menjaga kualitas pekerjaan, penerapan standar keamanan juga penting untuk mencegah potensi kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.

 

Mengacu pada ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), setiap pelaksanaan proyek wajib memperhatikan aspek perlindungan terhadap pekerja maupun masyarakat sekitar. Penerapan standar tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

 

Sampai berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai kondisi instalasi kelistrikan pada proyek pembatas jalan tersebut.

 

Warga berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh agar seluruh fasilitas yang dibangun benar-benar memenuhi standar keamanan dan dapat digunakan tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA