Anggaran Merosot Tajam, Hari Jadi Karangmojo Gunungkidul ke-78 Tetap Meriah dengan 16 Gunungan

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Jul 2026 17:55 4 Redaksi

GUNUNGKIDUL, Faktanusantara.co.id//– Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan kemeriahan peringatan Hari Jadi Kalurahan Karangmojo ke-78. Pemerintah Kalurahan Karangmojo tetap sukses menggelar puncak acara yang dirangkai Gebyar Bersih Desa, Minggu (26/7/2026), di Kompleks Kantor Kalurahan Karangmojo, Gunungkidul.

Perayaan tahun ini bukan sekadar seremonial. Selama sekitar 20 hari, sejak awal Juli hingga awal Agustus 2026, berbagai potensi seni dan budaya lokal ditampilkan dengan melibatkan warga dari seluruh padukuhan. Pertunjukan tradisi, seni budaya, hingga kegiatan sosial menjadi bukti semangat melestarikan warisan leluhur masih kuat.

Lurah Karangmojo, Agus Budiono, mengungkapkan peringatan tahun ini digelar di tengah kondisi anggaran yang sangat terbatas. Dana Desa yang diterima mengalami penurunan drastis.

“Tahun sebelumnya Dana Desa mencapai sekitar Rp1,4 miliar, sedangkan tahun 2026 hanya sekitar Rp370 juta,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kalurahan bersama Bamuskal (Badan Permusyawaratan Kalurahan) mengambil keputusan untuk menggalang iuran warga sebagai bentuk partisipasi bersama demi menjaga tradisi Bersih Desa dan hari jadi yang telah menjadi identitas masyarakat.

Meski anggaran terbatas, Agus menegaskan semangat membangun Kalurahan tidak boleh padam.

“Kami bersama Bamuskal akan terus berupaya membawa masyarakat Karangmojo tetap maju, baik pembangunan fisik maupun nonfisik, agar warga terus bergerak ke arah positif,” tegasnya.

Puncak acara dihadiri Panewu Karangmojo beserta jajaran Kapanewon, perwakilan Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayan), serta perwakilan Pemkab Gunungkidul sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan kebersamaan di tingkat kalurahan.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah penilaian 16 gunungan dari seluruh padukuhan. Gunungan disusun dari hasil bumi, pangan lokal, dan produk unggulan warga sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang diterima.

Ribuan warga memadati lokasi acara. Antusiasme masyarakat berpadu dengan tradisi turun-temurun menjadikan Gebyar Bersih Desa bukan hanya tontonan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan identitas budaya lokal.

Perayaan Hari Jadi ke-78 ini menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Gunungkidul. Ketika anggaran berkurang, kebersamaan justru semakin kuat. Tradisi tetap lestari dan optimisme membangun Karangmojo tidak surut.

*(Red)*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA