Cegah IRET Lewat Keluarga, Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri dan BKKBN DIY Gelar Senam Harganas ke-33 di Titik Nol Kilometer  

waktu baca 3 menit
Senin, 29 Jun 2026 23:44 13 Redaksi

YOGYAKARTA, 28 Juni 2026, Faktanusantara.co.id//, – Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan BKKBN DIY menggelar kampanye Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme IRET.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional Harganas ke-33 melalui acara Senam Minggu Pagi di kawasan Titik Nol Kilometer, Minggu 28 Juni 2026 pukul 06.00–09.00 WIB. Sekitar 1.500 warga DIY dan sekitarnya turut meramaikan.

 

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Prof. Dr. Budi Setiyono, http://S.Sos., http://M.Pol.Admin., Ph.D, jajaran PTM Kemendukbangga/BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohina, http://S.Sos., http://M.Si., BNNP DIY, Bank BPD DIY, BB POM, Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi, http://S.IP., M.M., Dikpora DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, serta DP3AP2KB Kota Yogyakarta.

 

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, http://S.Sos., http://M.Si., mengapresiasi kehadiran tamu, panitia, dan masyarakat dalam memeriahkan Harganas ke-33. Ia mengajak semua pihak menguatkan peran keluarga sebagai fondasi membentuk generasi yang sehat, unggul, dan berkarakter. Menurutnya, kebersamaan yang lahir dari Harganas perlu dijaga untuk mewujudkan keluarga harmonis dan masyarakat sejahtera.

 

*Edukasi IRET dan Peran Aktif Keluarga*

 

Kasatgaswil DIY Densus 88 AT Polri menyampaikan materi pencegahan paham IRET kepada peserta. Ia menyebut tren penangkapan teroris di Indonesia menurun signifikan, salah satunya karena masifnya edukasi dari Densus 88 AT Polri dan keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah penyebaran radikal sejak awal.

 

Ia juga mengimbau warga mewaspadai ceramah atau konten digital berisi ujaran kebencian, provokasi, dan narasi anti-pemerintah yang menjadi tanda penyebaran paham radikal. Anak dan remaja disebut paling rawan terpapar melalui media sosial.

 

Sebagai contoh, pernah terjadi kasus paparan radikal yang menyeret pelajar SMA Negeri 72 Jakarta. Secara nasional, 247 anak telah diamankan dari paparan radikalisme dan kekerasan. Di DIY, 12 anak telah direhabilitasi oleh pemerintah daerah.

 

Memaknai Harganas ke-33, orang tua diajak lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai dan media sosial sebagai langkah cegah IRET. Masyarakat diminta segera melapor ke aparat jika menemukan individu atau kelompok yang diduga terpapar Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.

 

Untuk edukasi, Satgaswil DIY membuka stand banner Pencegahan IRET. Materinya mencakup literasi digital, penangkalan radikalisme, dan bahaya grup TCC. Banner dilengkapi kode QR agar masyarakat bisa mengakses bahan edukasi IRET khusus anak dan remaja.

 

Acara Senam Harganas ke-33 berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif warga. Selain mengajak hidup sehat, kegiatan ini menjadi ruang mempererat persatuan dan memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama melawan IRET.

 

Melalui kerja sama ini, Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri bersama BKKBN DIY berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga dalam melindungi generasi muda dari paham radikal semakin tinggi. Tujuannya agar tercipta lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan tangguh.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA