
MAGELANG, Faktanusantara.co.id// – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, http://S.Sos., http://M.Si., http://M.Sc. menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 M yang digelar DPP WALUBI di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam 31 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia” itu dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, pejabat TNI-Polri, Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, serta jajaran pengurus WALUBI.
Ketua Panitia Waisak Nasional 2026 sekaligus Ketua Umum DPP WALUBI, Dra. (H.C.) Siti Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa peringatan Tri Suci Waisak bukan hanya momentum spiritual umat Buddha, tetapi juga sarana mempererat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di masyarakat.
Sejumlah rangkaian acara menyertai Waisak Nasional tahun ini. Mulai dari karya bakti di Taman Makam Pahlawan, bakti sosial kesehatan gratis bagi warga sekitar Borobudur, pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, hingga Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur yang diikuti ribuan umat Buddha.

Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan Dharma adalah nilai universal yang melahirkan moralitas, kebijaksanaan, dan perdamaian. Menurutnya, kerukunan di Indonesia harus diwujudkan dalam tindakan nyata lewat penguatan moderasi beragama, cinta kasih, serta penghormatan pada keberagaman.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kontribusi umat Buddha dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa. Ia menyebut Borobudur bukan hanya pusat perayaan keagamaan, tetapi juga simbol Indonesia sebagai rumah bersama yang mengedepankan perdamaian dan toleransi.
“Indonesia butuh persatuan dan perdamaian sebagai modal utama pembangunan. Saya ajak seluruh umat Buddha terus jadi pelopor perdamaian, perkuat toleransi, dan jaga persaudaraan lintas agama,” ujar Wakil Presiden.
Semangat Waisak diharapkan menjadi inspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih rukun, adil, sejahtera, dan bermartabat.
(Red)
Tidak ada komentar