
PEKANBARU, Faktanusantara co.id// – Polemik yang melibatkan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dengan mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, terus menjadi perhatian publik.

Pernyataan terbuka terkait tantangan satu lawan satu yang disampaikan Suparman dinilai sejumlah pihak berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat apabila tidak disikapi secara bijak.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) pada Senin (4/5/2026).
Ucapan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Beberapa kalangan menilai penggunaan narasi konfrontatif dalam ruang publik dapat menimbulkan kesalahpahaman serta memancing reaksi berlebihan dari para pendukung masing-masing pihak.
Mereka mengingatkan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Situasi seperti ini sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin. Tokoh publik diharapkan dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar salah seorang pemerhati sosial di Pekanbaru.
Di sisi lain, Suparman disebut telah membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya ke Polda Riau.
Langkah itu dianggap lebih tepat dalam menyelesaikan persoalan dibanding memperpanjang polemik di ruang publik.
Dalam pandangan sejumlah tokoh masyarakat, budaya Melayu selama ini menjunjung tinggi musyawarah, etika, dan penyelesaian masalah secara damai.
Karena itu, masyarakat berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog yang santun.
“Nilai adat Melayu mengajarkan penyelesaian persoalan dengan bijaksana, bukan melalui ketegangan terbuka,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berkembang di media sosial. Pasalnya, informasi yang beredar tanpa klarifikasi dapat memicu opini yang memecah suasana kebersamaan di tengah warga.
Sejumlah elemen masyarakat mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan menyerahkan persoalan kepada aparat penegak hukum agar situasi tetap aman dan terkendali.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dikabarkan telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang terjadi.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral agar kondisi di Kota Pekanbaru tetap kondusif dan tidak menimbulkan keresahan lebih luas.
(Tim)



Tidak ada komentar