Jepara, Faktanusantara.co.id//– Momentum halal bihalal yang digelar keluarga besar Satkordikcam Pakis Aji di SDN 4/6 Bulungan, Selasa (31/03/2026), menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kepala Disdikpora Ratib Zaini, Camat Pakis Aji Mujoko, serta ratusan tenaga pendidik dari berbagai jenjang. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun sinergi di sektor pendidikan.
Koordinator Satkordikcam Pakis Aji, Edi Supriyono, menjelaskan bahwa wilayahnya mencakup berbagai satuan pendidikan dari tingkat TK hingga SMA/sederajat yang tersebar di delapan desa. Ia menyebut para siswa telah menorehkan sejumlah capaian membanggakan hingga level provinsi.
Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Forda Jateng cabang ketapel tradisional junior yang diraih Wildan Oktaviano dari SDN Kawak, Juara 2 MAPSI tingkat provinsi cabang TIKI oleh Kinetta Ziya Ramadhani dari SDN 1 Suwawal Timur, serta Juara 1 FLS3N tingkat kabupaten lomba ukir oleh Umarul Yahya Al Fahrul dari SDN 3 Bulungan.
Prestasi lain juga ditorehkan Arzha Dwi Afdillah dari SDN 3 Kawak sebagai Juara 1 lomba ukir tingkat kabupaten, serta keberhasilan siswa SDN 1 Kawak meraih Juara 1 POPDA cabang woodball.
Edi menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Pihaknya berkomitmen memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan peserta didik di wilayah Pakis Aji.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan. Ia menyatakan kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif untuk menjalin komunikasi sekaligus menampung berbagai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Ia juga mempersilakan pihak sekolah untuk mengusulkan kebutuhan, khususnya terkait perbaikan sarana dan prasarana.
Witiarso menambahkan, peningkatan fasilitas pendidikan akan berdampak besar terhadap pembentukan karakter dan perkembangan siswa. Pemerintah pusat, kata dia, juga membuka peluang luas untuk program revitalisasi, baik bagi sekolah negeri maupun madrasah seperti MI, MTs, dan MA, termasuk dukungan teknologi pembelajaran seperti smartboard.
Selain itu, bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) juga tersedia dengan kuota puluhan ribu bagi siswa di sekolah negeri maupun madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat semakin solid dalam mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Jepara.
(***)
Tidak ada komentar