Sorotan Publik Tertuju ke SMAN 3 Banjarmasin, Dugaan Minim Transparansi Proyek dan Persoalan Siswa Jadi Perhatian

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 23:09 19 Redaksi

BANJARMASIN, Faktanusantara.co.id//, – Sejumlah persoalan yang terjadi di SMAN 3 Banjarmasin menjadi perhatian publik.

 

Mulai dari dugaan tidak adanya papan informasi pada proyek revitalisasi sekolah, laporan mengenai proses pemberhentian seorang siswa yang dipersoalkan orang tua, hingga belum diperolehnya keterangan resmi dari pihak kepala sekolah setelah upaya konfirmasi dilakukan oleh wartawan.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 13.45 WITA, terlihat aktivitas pembongkaran sejumlah bangunan di lingkungan sekolah. Material bangunan seperti puing beton, kayu, dan seng tampak berserakan di area proyek.

 

Di lokasi pekerjaan, tidak terlihat papan informasi proyek yang umumnya memuat identitas kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana pekerjaan, maupun target penyelesaian.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait aspek keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

 

Selain itu, beberapa pekerja juga terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat bekerja.

 

Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan pekerjaan tetap memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

 

Di sisi lain, seorang orang tua siswa menyampaikan keberatan atas proses pemberhentian anaknya dari sekolah.

 

Menurut keterangannya kepada wartawan, pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima surat peringatan maupun pemanggilan resmi sebelum keputusan tersebut diambil.

 

Orang tua tersebut juga menyebut tidak mengetahui adanya proses pembinaan ataupun sidang yang melibatkan guru bimbingan konseling sebelum anaknya diminta keluar dari sekolah.

 

Pernyataan tersebut masih merupakan keterangan dari satu pihak dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak sekolah.

 

Dalam upaya memperoleh konfirmasi, wartawan menghubungi Kepala SMAN 3 Banjarmasin, Taslim, S.Pd., M.Pd., melalui nomor yang sebelumnya dapat diakses.

 

Namun panggilan telepon tidak mendapat respons. Setelah itu, akun WhatsApp yang sebelumnya menampilkan foto profil dilaporkan tidak lagi memperlihatkan foto tersebut sehingga wartawan menduga akses komunikasi telah dibatasi.

 

Sejumlah pihak berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dapat melakukan klarifikasi serta evaluasi terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi maupun mekanisme penanganan kasus siswa agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap menjunjung asas transparansi.

 

Hingga berita ini disusun, Kepala SMAN 3 Banjarmasin belum memberikan keterangan resmi sehingga hak jawab dari pihak sekolah masih terbuka untuk dimuat pada pemberitaan berikutnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.

 

Reporter: GT.zbd/Hn

Versi ini menggunakan bahasa yang lebih berimbang, menghindari pernyataan yang bersifat menghakimi, serta menegaskan bahwa dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA