Tiga Lokasi SPPG di Semarang Disiapkan Jadi Model Nasional Program MBG

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 14:30 7 Redaksi

Tiga Lokasi SPPG di Semarang Disiapkan Jadi Model Nasional Program MBG

SEMARANG, Faktanusantara.co.id// – Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah kegiatan bertajuk “Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG)” yang akan berlangsung pada 28–30 April 2026 di Hotel Gumaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program nasional dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia dalam forum tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan strategi antar daerah dalam mengelola program pangan bergizi secara optimal.

Forum nasional ini rencananya akan diikuti oleh perwakilan dari sekitar 20 kota dan kabupaten yang tergabung dalam Pakta Milan di Indonesia, serta sejumlah daerah lain, termasuk Surabaya yang sedang dalam proses bergabung.

Beberapa kepala daerah di Jawa Tengah seperti Magelang, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan juga dijadwalkan turut serta.
Agustina menilai kehadiran berbagai daerah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Ia berharap melalui forum ini, setiap daerah dapat saling bertukar ide dan memperkuat implementasi kebijakan terkait pemenuhan gizi.

Sebagai bagian dari agenda, peserta akan diajak meninjau langsung tiga lokasi Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Kota Semarang, yakni di Aspol Polda Jateng Rejosari, Kedungmundu 2, dan Pedalangan. Ketiga lokasi ini dipilih karena dinilai telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung proses distribusi makanan hingga sistem pengelolaan yang telah sesuai dengan standar kesehatan. Seluruh lokasi juga telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai jaminan kualitas kebersihan dan keamanan pangan.

Ia menambahkan, keunggulan ketiga SPPG tersebut terletak pada sistem pelayanan yang tertata rapi serta fasilitas yang memadai sesuai ketentuan. Standar kualitas dan kebersihan menjadi faktor utama dalam keberhasilan operasional program tersebut.

Pemerintah Kota Semarang berharap hasil dari dialog nasional ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Praktik yang telah berjalan di Semarang diharapkan dapat menjadi acuan bagi wilayah lain.

Dengan adanya keseragaman standar dan peningkatan kualitas layanan, diharapkan pelaksanaan program pemenuhan gizi di seluruh Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan merata.
(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA