Warga Bandarkedungmulyo Demo Tolak Truk Uruk dan Minta Audit Pemerintah Desa

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 10:25 10 Admin Faktanusantara

JOMBANG, Faktanusantara.co.id// – Aksi penolakan warga Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang terhadap aktivitas truk uruk dan pembangunan kawasan industri kembali memanas.
Masyarakat menilai proyek tersebut merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan, sekaligus menyoroti sikap kepala desa yang dinilai lebih berpihak pada investor, Selasa 12/5/2026.

Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Desa Bandarkedungmulyo menutup akses menuju lokasi pabrik dan area pengurukan.
Mereka memasang patok dan pembatas jalan untuk menghentikan lalu lintas truk proyek yang dianggap meresahkan.

Situasi sempat memanas saat polisi membuka pembatas yang dipasang warga. Perdebatan antara massa aksi dan petugas tak terhindarkan.

Warga mengaku sudah lama menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan, debu, potensi pencemaran, hingga dugaan pelanggaran aturan pembangunan industri.
Namun menurut mereka, keluhan itu tidak pernah ditindaklanjuti serius oleh pemerintah desa.
“Suara kami seperti diabaikan. Saat mengeluh, pemerintah desa justru terkesan membela perusahaan,” ujar salah satu peserta aksi.

Kecurigaan warga makin meningkat setelah muncul dugaan adanya kepentingan tertentu di balik kelancaran pembangunan pabrik.
Mereka menilai proses perizinan dan kebijakan desa terlalu memudahkan investor tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.
“Ada dugaan pihak tertentu diuntungkan dari berdirinya pabrik di sini. Semua harus dibuka secara transparan,” kata warga lainnya.

Karena itu, warga berencana mengajukan permohonan audit menyeluruh terhadap Pemerintah Desa Bandarkedungmulyo kepada Pemerintah Kabupaten Jombang.
Audit diminta melibatkan DPMD dan Inspektorat Kabupaten Jombang untuk menelusuri kebijakan terkait pembangunan kawasan industri dan aktivitas perusahaan asing di desa tersebut.

Ketua FKMD Jatmiko Dwi Utomo menyebut aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga yang sudah lama dipendam.
Ia mengatakan masyarakat sebelumnya justru membantu mempercepat pembangunan pabrik di Dusun Kedungasem, termasuk mendukung pelebaran jalan menuju lokasi industri.
“Selama ini kami sudah sabar. Banyak kejanggalan dalam pembangunan jalan lingkungan sampai perizinan perusahaan asing. Hari ini masyarakat meluapkan kekecewaan lewat aksi,” tegas Jatmiko.

Hingga berita diturunkan, Pemerintah Desa Bandarkedungmulyo belum memberikan keterangan resmi atas tudingan tersebut.
Polisi masih berupaya memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak perusahaan untuk meredam ketegangan.
(Red)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA