Universitas Ivet Terlibat dalam PkM Internasional di Malaysia Bareng 36 Kampus Indonesia

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 09:24 10 Admin Faktanusantara

SEMARANG, Faktanusantara co.id// – Universitas Ivet bersama 36 perguruan tinggi Indonesia mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Malaysia pada 10–13 Mei 2026.
Program ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas negara di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antardisiplin ilmu.

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi dengan tema berbeda. Lokasi pertama menyasar Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, sebagian besar bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Tema yang diangkat adalah “Strengthening Language Proficiency, Education, and Human Capital Development for Indonesian Migrant Workers in a Global Context” serta “An Integrated Model of Economic Empowerment, Health Promotion, and Psychosocial Well-being for Indonesian Migrant Workers”.
Tim dosen multidisiplin dari Komunitas Dosen Multidisiplinari Indonesia bekerja sama dengan PCI Muslimat NU Malaysia untuk memberikan edukasi, pelatihan peningkatan kapasitas, promosi kesehatan, dan dukungan psikososial bagi para migran.

Lokasi kedua berlangsung di Sekolah Rendah Islam I Musleh dengan tema “Empowering Early Learners: A Transdisciplinary Approach to Gender Awareness and Breast Cancer Prevention through Numeracy-Based AR Comics and Games”.
Siswa sekolah dasar diajak belajar tentang kesadaran gender dan pencegahan kanker payudara sejak dini melalui media interaktif. Materi disampaikan lewat buku gender berbasis Augmented Reality, game numerasi dan sains, serta komik edukasi remaja.

Universitas Ivet diwakili Dr. Maria Denok Bekti Agustiningrum, http://M.Pd., Lenny Kurniati, http://M.Pd., dan Wahyuni Arumsari, http://M.Kes.
Mereka turut memperkenalkan produk penelitian dan inovasi pembelajaran sebagai bentuk hilirisasi hasil riset dalam pengabdian internasional.

Keikutsertaan ini mencerminkan komitmen Universitas Ivet dalam memperluas jejaring global, meningkatkan kontribusi akademik, dan memastikan hasil penelitian dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus memperkuat peran dosen dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara.
(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA