Forsan Jateng Siapkan Program Perlindungan Anak dan Antikekerasan di Pesantren

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 21:57 20 Admin Faktanusantara

SEMARANG, Faktanusantara.co.id// – Forum Santri Anak Jawa Tengah atau Forsan Jateng menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat perlindungan anak dan mencegah kekerasan di lingkungan pesantren.
Hal itu disampaikan pengurus forum saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Taj Yasin dan DP3AP2KB Jateng di Kantor Gubernur, Senin 25 Mei 2026.

Ketua Forsan Jateng, Farel Alfariz dari Pesantren Darul Falah Jepara, menjelaskan forum dibentuk untuk memastikan hak anak dan santri terpenuhi.
Hak yang dimaksud meliputi pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

“Forum ini menjadi pelopor sekaligus pelapor. Jika tidak ada yang memulai, perubahan tidak akan terjadi. Kami ingin forum ini jadi wadah aspirasi santri terkait berbagai persoalan di pesantren,” ujarnya.

Forsan Jateng resmi terbentuk pada 19–20 Desember 2025 di Asrama Haji Islamic Center Semarang.
Pembentukan difasilitasi Kanwil Kemenag Jateng, DP3AKB Jateng, Lembaga Perlindungan Anak, dan Forum Anak Jawa Tengah.

Wakil Ketua Forsan, Nabila dari Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, menyebut forum ini merupakan forum santri anak pertama di tingkat provinsi di Indonesia.
Para pengurus sebelumnya telah mengikuti pembekalan mengenai konvensi hak anak, keterampilan hidup, serta konsep pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak.

Dalam audiensi, Forsan Jateng memaparkan program kerja 2026–2027.
Program internal meliputi pengukuhan pengurus dan peningkatan kapasitas melalui seminar serta pelatihan daring dan luring.
Program eksternal meliputi pembentukan forum di 35 kabupaten/kota, kegiatan “Forsan Goes to School”, survei SAKJATENG, hingga edukasi melalui live media sosial dan webinar.

“Nantinya kami akan berkunjung ke pesantren untuk mengedukasi tentang pesantren ramah anak dan pencegahan bullying maupun kekerasan,” kata Nabila.

Wakil Gubernur Taj Yasin menyambut baik pembentukan forum tersebut.
Menurutnya, tantangan kekerasan terhadap anak kini semakin kompleks dan bisa terjadi di sekolah, lingkungan sosial, keluarga, bahkan pesantren.

Ia berharap Forsan Jateng menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Taj Yasin juga mendorong perluasan jejaring hingga ke seluruh kabupaten/kota serta kolaborasi dengan organisasi kepesantrenan lain.

“Dengan adanya forum ini, saya harap pesantren semakin aktif mencegah kekerasan dan membangun budaya saling menjaga antar santri,” katanya.

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA