Produk Pertanian Warga Binaan Lapas Purwodadi Ludes Terjual di CFD

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jun 2026 20:57 24 Admin Faktanusantara

PURWODADI, Faktanusantara.co.id//– Lapas Kelas IIB Purwodadi kembali menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Lewat gelaran Car Free Day di depan Lapas Purwodadi, Minggu 7 Juni 2026, pihak lapas memasarkan hasil pertanian dan peternakan yang dikelola warga binaan bersama petugas.

Produk yang dijajakan antara lain 20 kg telur ayam, 17 kg terong yang dikemas dalam 26 plastik, serta 10 kg kangkung yang dibundel menjadi 30 ikat. Semua komoditas itu merupakan wujud Program Ketahanan Pangan yang dijalankan Lapas Purwodadi secara mandiri melalui kegiatan pertanian dan peternakan produktif sebagai media pembinaan warga binaan.

Respons warga yang ikut CFD sangat tinggi. Seluruh produk ludes dalam waktu singkat. Penjualan mencatat pendapatan Rp480.000 dari telur ayam, Rp78.000 dari terong, dan Rp30.000 dari kangkung, dengan total Rp588.000.

Kalapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menyebut kegiatan ini bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian di dalam lapas. Selain menopang ketahanan pangan, program ini membekali warga binaan keterampilan yang bisa dipakai saat kembali ke masyarakat.

“Ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi. Ini juga jadi sarana belajar bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan pertanian dan peternakan. Harapannya, ilmu dan pengalaman ini jadi modal usaha mandiri setelah mereka selesai menjalani pidana,” kata Erik.

Pemasaran hasil ketahanan pangan lewat CFD menjadi cara Lapas Purwodadi memperkenalkan karya warga binaan ke publik. Selain punya nilai ekonomi, kegiatan ini mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.

Ke depan, pertanian dan peternakan produktif akan terus dikembangkan sebagai media pembinaan. Tujuannya meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas. Dengan begitu, mereka punya bekal cukup untuk membangun usaha mandiri dan memberi kontribusi positif di masyarakat.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini jadi bukti nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM warga binaan.

Hasil penjualan nantinya akan disalurkan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat dalam program ketahanan pangan, serta untuk kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar maupun keluarga warga binaan yang membutuhkan.
(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA