GMNI Sumut Ajak Seluruh Elemen Bersinergi Ciptakan Lingkungan Aman dan Bebas Kriminalitas Jalanan Diskusi Publik Bahas Strategi Penanggulangan Begal dan Premanisme di Kota Medan Organisasi Mahasiswa Dorong Kolaborasi Masyarakat, Pemerintah, dan Aparat untuk Menjaga Keamanan Publik

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 22:23 5 Redaksi

Medan, Faktanusantara.co.id//, – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Keamanan Adalah Hak Rakyat: Strategi Bersama Mengatasi Begal dan Premanisme” pada Senin (8/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi untuk membahas langkah-langkah konkret dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

Ketua DPD GMNI Sumut, Michael Situmeang, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap maraknya kasus kriminalitas jalanan yang meresahkan warga, khususnya di Kota Medan.

 

Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

 

“Melalui diskusi ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa ruang publik yang aman harus diwujudkan melalui kerja sama semua pihak.

 

Ke depan, GMNI Sumut juga akan melakukan kegiatan edukasi di tengah masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi berkembangnya aksi kriminalitas maupun premanisme,” ujar Michael yang didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Kristianus Dachi, Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum Berry Sitohang, serta kader GMNI lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, GMNI Sumut menyampaikan dukungan terhadap upaya aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan menindak pelaku kejahatan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Organisasi mahasiswa itu menilai sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum DPD GMNI Sumut, Berry Sitohang, mengatakan bahwa hasil pembahasan dalam FGD akan dirumuskan menjadi rekomendasi tertulis yang nantinya dapat disampaikan kepada para pemangku kepentingan.

 

Dokumen tersebut diharapkan mampu memberikan masukan terkait faktor-faktor yang memicu terjadinya kriminalitas dan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.

 

“Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan keamanan.

 

Karena itu, kami akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan warga,” katanya.

 

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kristianus Dachi menyoroti sejumlah faktor yang kerap menjadi pemicu tindakan kriminal, seperti kondisi sosial dan persoalan ekonomi.

 

Menurutnya, selain penegakan hukum, diperlukan pendekatan edukatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

 

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi norma dan aturan hukum.

 

Banyak kegiatan positif yang dapat menjadi sarana pengembangan diri tanpa harus terjerumus pada tindakan yang merugikan orang lain,” ujarnya.

 

Melalui forum tersebut, GMNI Sumut berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan kalangan akademisi dalam upaya menekan angka kriminalitas serta mewujudkan lingkungan yang aman bagi seluruh warga.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA