Lumbung Mataraman Bendung Semin Siap Jadi Motor Ekonomi Desa Lewat Keuangan Inklusif

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Jul 2026 18:52 6 Redaksi

GUNUNGKIDUL, Faktanusantara.co.id// – Kawasan pertanian di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin akan menjadi pusat kegiatan besar 21 Juli 2026 mendatang. Bukan seremoni biasa, acara ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk memperluas akses keuangan dan menguatkan ekonomi masyarakat desa.

Dengan tema “Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Lumbung Mataraman”, kegiatan akan berlangsung pukul 08.00 – 14.00 WIB. Sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, lembaga keuangan, pelaku UMKM, akademisi, hingga warga diproyeksikan hadir.

*Akses Permodalan Jadi Kunci Kemajuan Desa*

Di tengah tantangan ekonomi saat ini, potensi alam saja tidak cukup. Desa butuh ekosistem yang mempertemukan petani, UMKM, bank, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi.

Lumbung Mataraman Bendung dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan pertanian menjadi pusat ekonomi produktif yang memberi nilai tambah. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya dibekali literasi keuangan, tapi juga dibuka akses pembiayaan, pelatihan usaha, hingga jaringan pemasaran.

*Talkshow, Bantuan CSR, dan Peninjauan Lapangan*

Rangkaian acara dimulai pagi dengan registrasi, pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, dan sambutan pejabat. Momen penting lainnya adalah penyerahan bantuan CSR untuk Lumbung Mataraman sebagai dukungan penguatan ekonomi lokal.

Selanjutnya tamu VIP akan meninjau langsung aktivitas ekonomi produktif di kawasan tersebut.

Inti kegiatan ada pada dua sesi talkshow. Narasumber berasal dari Bank BPD DIY, Bank Indonesia, OJK, Dinas Pertanian DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, akademisi, serta Lurah Bendung Semin. Diskusi fokus pada cara membangun sistem keuangan inklusif agar masyarakat desa mudah mendapat pembiayaan dan meningkatkan daya saing usaha.

*Business Matching Perluas Peluang Usaha*

Agar tidak berhenti di diskusi, panitia juga menggelar Business Matching. Forum ini mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendukung seperti Bank BPD DIY, Dinas Pertanian DIY, dan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

Tujuannya agar potensi usaha desa bisa terhubung dengan sumber modal, pendampingan, dan pasar yang lebih luas. Diharapkan dari forum ini lahir kerja sama nyata, bukan hanya wacana.

*Dihadiri Pejabat dan Pengurus Lumbung dari Berbagai Kalurahan*

Acara rencananya dihadiri Sekda DIY, Bupati Gunungkidul, perwakilan OJK, Bank Indonesia, Direksi Bank BPD DIY, Forkopimda, perangkat Kalurahan Bendung, serta pengurus dan anggota Lumbung Mataraman dari Bendung, Wukirsari, Giripeni, hingga Glagaharjo.

Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa kini jadi perhatian bersama.

*Dari Ketahanan Pangan ke Pusat Ekonomi Produktif*

Selama ini Lumbung Mataraman dikenal memadukan pertanian, ketahanan pangan, pemberdayaan, edukasi, hingga wisata desa. Dengan penguatan ekosistem keuangan inklusif, kawasan ini ditarget menjadi contoh pengelolaan ekonomi desa yang menghubungkan pertanian dengan lembaga keuangan, usaha, dan pemerintah.

Jika berjalan optimal, dampaknya akan dirasakan petani, UMKM, kelompok perempuan, hingga generasi muda.

Dari hamparan sawah Bendung Semin muncul harapan baru: desa bisa menjadi penggerak ekonomi. Dengan akses keuangan terbuka, kolaborasi kuat, dan inovasi, desa tidak lagi jadi wilayah pinggiran. Justru dari desa lahir pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA