Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, Investasi dan Konsumsi Jadi Penggerak

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 22:41 11 Admin Faktanusantara

Semarang, Faktanusantara.co.id// – Kinerja ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,89 persen secara tahunan (year on year).

Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di level 5,61 persen, sekaligus meningkat dibanding capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,96 persen.

Secara nilai, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tercatat mencapai Rp511,99 triliun atas dasar harga berlaku. Sementara itu, berdasarkan harga konstan tahun 2010, nilainya berada di angka Rp315,73 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah, dengan sumbangan sebesar 32,69 persen. Meski demikian, laju pertumbuhannya tercatat sebesar 4,04 persen, relatif stabil dibanding sektor lainnya.

Menurutnya, peran industri tetap dominan sebagai penopang utama ekonomi, namun pertumbuhan kini mulai merata ke berbagai sektor lain, terutama yang berbasis jasa dan mobilitas masyarakat.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi faktor utama dengan kontribusi mencapai 60,01 persen.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah mengalami lonjakan cukup tinggi sebesar 19,36 persen secara tahunan, yang mencerminkan peningkatan belanja negara dan daerah sebagai upaya mendorong ekonomi.

Jika dilihat secara kuartalan, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,85 persen dibanding triwulan IV tahun 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak hingga 21,53 persen, seiring masuknya musim panen dan meningkatnya produksi pangan.

Dari sektor eksternal, ekspor barang dan jasa juga mencatat kenaikan sebesar 8,84 persen, menunjukkan bahwa permintaan pasar masih cukup kuat.

Kinerja ekonomi yang membaik ini turut diiringi peningkatan realisasi investasi. Pada triwulan I-2026, total investasi yang masuk ke Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau sekitar 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.

Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp12,98 triliun atau 56,40 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun atau 43,60 persen.

Investasi tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 92 ribu tenaga kerja terserap dari total 24.957 proyek yang terealisasi.

Secara sektoral, investasi masih terkonsentrasi pada industri pengolahan, seperti industri karet dan plastik, mesin serta elektronik, hingga sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.

Adapun negara-negara yang menjadi sumber utama investasi meliputi Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan investor global terhadap potensi dan daya saing Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Ia menegaskan bahwa peningkatan investasi menjadi indikator penting yang mencerminkan kepercayaan terhadap iklim usaha di Jawa Tengah, sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kolaborasi agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya tinggi, tetapi juga merata, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA