Kebakaran Lahan di Kaki Gunung Putri Berhasil Dipadamkan, Sekitar Satu Hektare Area Terdampak

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 22:24 12 Redaksi

GARUT, Faktanusantara.co.id//, – Kebakaran lahan terjadi di kawasan kaki Gunung Putri, Blok Cijolang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Senin (20/7/2026) sore. Api sempat membakar area semak belukar dan kebun warga, namun berhasil dipadamkan berkat kerja sama tim gabungan.

 

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di belakang Perumahan Rancabango Hill. Kondisi cuaca yang kering disertai embusan angin membuat api dengan cepat merambat ke semak, ilalang, rumpun bambu, hingga kebun jagung milik warga. Asap tebal yang membumbung tinggi sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar.

 

Menerima laporan kejadian, unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Garut, Dinas Pemadam Kebakaran, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa Rancabango, BKSDA, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

 

Petugas menggunakan berbagai peralatan, mulai dari alat manual, Zet Shooter, hingga armada penyuplai air guna mengendalikan kobaran api.

 

Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.

 

Menurutnya, koordinasi dan respons cepat menjadi faktor penting sehingga api tidak meluas ke kawasan permukiman maupun area lainnya.

 

Setelah upaya pemadaman berlangsung lebih dari empat jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 21.15 WIB.

 

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare yang terdiri atas kebun jagung dan vegetasi kering. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.

 

Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga terus melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

 

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA