
KENDAL, Faktanusantara.co.id//, – Dalam rangka mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal melalui Bidang Kesehatan menggelar Pelatihan Massage Tingkat Lanjut dan Penanganan Cedera Olahraga.

Kegiatan berlangsung di Puskesmas Cepiring, Sabtu (11/7/2026), dengan melibatkan tim kesehatan yang akan mendampingi kontingen Kendal.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Kendal, Subur Isnadi, SH. Turut hadir Wakil Ketua Umum IV Bidang Kesehatan dr. Turidin, Sekretaris KONI S. Wahyu Widayanto, jajaran pengurus Bidang Kesehatan, yakni Agung Pujiatno, Slamet Riyadi, dan Much Zuhri Shofa, serta narasumber dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muhamad Muhibi, M.Pd. Sebanyak 30 anggota Tim Kesehatan Porprov mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Subur Isnadi menegaskan bahwa kesiapan tim kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang performa atlet selama menjalani pemusatan latihan maupun saat bertanding.
Menurutnya, pengalaman pada Porprov sebelumnya menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang sigap mampu meminimalkan risiko cedera dan menjaga kondisi atlet tetap prima.
Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan para tenaga kesehatan olahraga sehingga dapat memberikan pelayanan profesional kepada seluruh atlet Kabupaten Kendal selama pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah di Semarang Raya.
Wakil Ketua Umum IV Bidang Kesehatan KONI Kendal, dr. Turidin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan olahraga. Peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung mengenai teknik massage lanjutan serta penanganan cedera yang umum dialami atlet saat bertanding.
Salah satu materi disampaikan oleh Slamet Riyadi yang memperkenalkan teknik Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF). Teknik ini memadukan kontraksi dan relaksasi otot untuk meningkatkan fleksibilitas, memperluas jangkauan gerak, memperkuat otot, meningkatkan koordinasi tubuh, sekaligus membantu mempercepat pemulihan setelah cedera.
Menurut Slamet, penerapan metode PNF sangat bermanfaat dalam menjaga kondisi fisik atlet, baik sebelum bertanding, saat pertandingan berlangsung, maupun pada masa pemulihan. Karena itu, ia berharap seluruh peserta mampu menguasai teknik tersebut dan menerapkannya ketika mendampingi kontingen Kendal.
Sementara itu, dosen Ilmu Keolahragaan Unimus sekaligus praktisi massage olahraga, Muhamad Muhibi, M.Pd., menyampaikan materi mengenai penanganan massage olahraga secara menyeluruh, mulai dari persiapan sebelum pertandingan, pendampingan saat kompetisi, hingga proses pemulihan setelah atlet menyelesaikan pertandingan.
Muhibi juga memberikan praktik penanganan cedera otot hamstring yang sering dialami atlet. Dengan metode penyampaian yang aplikatif, peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan di lapangan.
Mantan masseur PSIS Semarang tersebut menilai seorang masseur memiliki peran strategis dalam mendukung prestasi atlet. Selain membantu proses pemulihan cedera, tenaga massage olahraga juga berkontribusi menjaga kesiapan fisik atlet agar mampu tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
Melalui pelatihan ini, KONI Kabupaten Kendal berharap kualitas tim kesehatan semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan medis olahraga yang optimal dan mendukung target prestasi kontingen Kabupaten Kendal pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
(***)



Tidak ada komentar