Lawang Sewu dan Komunitas Cat Lovers Sepakat Jaga Kesejahteraan Kucing di Kawasan Heritage

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 00:14 19 Admin Faktanusantara

SEMARANG, Faktanusantara.co.id// – Management Lawang Sewu bersama komunitas pecinta kucing menggelar pertemuan terbuka untuk membahas upaya bersama menjaga kesejahteraan kucing di kawasan heritage tersebut, Sabtu 17/5/2026.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antara PT Kereta Api Pariwisata selaku pengelola dengan para cat lovers Semarang.

KAI Wisata menegaskan bahwa kucing yang hidup di Lawang Sewu bukan hanya penghuni, tetapi sudah menjadi bagian dari ekosistem dan daya tarik kawasan.
Keberadaan mereka dinilai memberi nuansa hangat dan humanis bagi wisatawan yang datang.
Karena itu, pengelola berkomitmen menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan-hewan tersebut.

Dalam kesempatan itu, pihak management juga meluruskan kabar yang beredar terkait isu pembuangan kucing dan pemecatan petugas.
Management memastikan tidak ada ultimatum maupun tindakan pemecatan terkait hal tersebut, dan meminta masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai kebijakan KAI Wisata.

Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, menyampaikan apresiasi atas dukungan komunitas cat lovers.
“Lawang Sewu berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian bangunan bersejarah dengan keberadaan kucing yang sudah menjadi ciri khas kawasan ini. Kami akan terus memastikan kesejahteraan mereka terjaga,” ujarnya.

Hasil pertemuan menyepakati sinergi antara pengelola dan komunitas untuk merawat kucing agar tetap sehat dan nyaman.
Banyak pengunjung bahkan datang khusus untuk berinteraksi dengan kucing, sehingga keberadaan mereka menambah nilai tersendiri bagi pengalaman wisata di Lawang Sewu.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak merencanakan kegiatan edukasi dan kontes kucing dalam waktu dekat.
Event edukasi akan membahas cara perawatan, kesehatan hewan, dan pentingnya sterilisasi.
Sementara kontes kucing diharapkan menjadi ajang menyenangkan sekaligus meningkatkan kepedulian publik terhadap kesejahteraan hewan.

Moedji menambahkan, kolaborasi ini membuktikan bahwa isu terkait hewan di ruang publik dapat diselesaikan melalui dialog dan kerja sama yang konstruktif.
“Ke depan, kami akan terus membuka ruang komunikasi dengan komunitas dan masyarakat untuk menciptakan kawasan yang ramah hewan, nyaman bagi pengunjung, dan tetap menjaga nilai sejarah Lawang Sewu,” tutupnya.
(Red)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA