Sisca Meritania Sidak Lokasi Pengerukan Tanah di Singorojo Usai Terima Aduan Warga

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 07:57 19 Admin Faktanusantara

KENDAL, Faktanusantara.co.id// – Ketua Komisi C DPRD Kendal Sisca Meritania bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengerukan tanah di jalur Boja–Kaliwungu, tepatnya di area Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kamis 21/5/2026.

Sidak digelar setelah ada laporan warga yang terjatuh akibat jalan licin yang diduga dipicu aktivitas truk pengangkut tanah.

Pemilik lahan sekaligus pengelola Resto Duren Jati, Bambang Sukendro, menyatakan menghormati langkah DPRD dan DLH. Ia juga meminta maaf kepada warga yang terganggu dengan kegiatan pengerukan.

Menurut Bambang, pengerukan dilakukan untuk merelokasi Resto Duren Jati yang terdampak keberadaan TPA Darupono di Kaliwungu Selatan.
“Saya berterima kasih atas sidak Ibu Sisca. Sudah bertahun-tahun saya terdampak bau TPA hingga resto sepi pengunjung,” ujarnya.

Ia menargetkan resto baru bisa beroperasi tahun ini dan memastikan akan memperbaiki sistem kerja di lapangan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Bambang menjelaskan, kejadian warga terpeleset terjadi karena keterlambatan penyiraman jalan saat ada truk mogok yang menghalangi tangki air.
“Kalau ada tanah tercecer langsung kami bersihkan. Warga yang jatuh juga sudah kami bantu pengobatan dan diberi santunan,” katanya.

Ia menambahkan, tanah hasil pengerukan akan digunakan untuk urukan di Kawasan Industri Kendal, khususnya proyek pabrik pakan ternak.
Semua arahan dari Komisi C dan dinas terkait, termasuk pembuatan saluran drainase, akan dilaksanakan.

Sisca menyebut sidak dilakukan menindaklanjuti laporan kecelakaan warga akibat jalan licin dari aktivitas pengerukan.
Di lapangan, ia menemukan truk pengangkut tanah diduga melebihi kapasitas, yang berpotensi merusak jalan dan membahayakan pengendara motor.

Ia meminta pengelola segera membuat saluran drainase agar lumpur tidak meluber ke jalan saat hujan atau saat pengangkutan berlangsung.
“Kami beri waktu tiga hari. Truk sebaiknya diganti dengan kapasitas lebih kecil agar jalan tidak cepat rusak. Ini juga teguran agar saluran drainase segera dibuat,” tegas Sisca.

Selain soal keselamatan jalan, Sisca meminta tanah bagian atas yang masih subur tidak dijual.
Ia menyarankan tanah tersebut digunakan kembali untuk penghijauan dan reklamasi kawasan wisata yang akan dibangun di lokasi tersebut.
(Wawan)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA