Komunitas Donor PMI Semarang Pererat Sinergi, Perkuat Ketersediaan Darah di Momen HUT

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 19:28 9 Redaksi

SEMARANG, FAKTANUSANTARA.CO.ID — Tiga komunitas donor darah binaan PMI Kota Semarang menggelar peringatan hari ulang tahun yang dirangkai dengan kegiatan halalbihalal di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menjaga ketersediaan darah.

Kepala UDD PMI Kota Semarang, dr. Ayu Binta Syakura, menyampaikan bahwa komunitas donor memiliki peran penting dalam menjamin pasokan darah yang aman dan berkualitas. Ia menjelaskan, komunitas pendonor 100 kali, rhesus negatif, serta apheresis merupakan pilar utama dalam mendukung pelayanan transfusi darah.

Menurutnya, para anggota komunitas tidak hanya rutin mendonor, tetapi juga menjaga kesehatan sebagai upaya mempertahankan kualitas darah. Konsistensi tersebut turut mendorong UDD PMI Kota Semarang meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta predikat paripurna dari Kementerian Kesehatan.

Selain memperkuat komunitas internal, PMI Kota Semarang juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas donor lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan darah di masyarakat.

Kepala Bidang UDD PMI Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara PMI dan komunitas donor. Berbagai masukan dari anggota menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan ke depan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Rhesus Negatif Semarang, Harry Murdiyanto, mengungkapkan bahwa komunitasnya kini telah memasuki tahun ketujuh dengan sekitar 100 anggota aktif yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Ia menegaskan pentingnya jaringan yang solid, mengingat kebutuhan darah rhesus negatif tergolong langka.

Di sisi lain, Ketua DDS 100X, Suhartoto, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif mendonor sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan agar para pendonor tetap menjaga kondisi kesehatan sebelum melakukan donor.
Ketua Komunitas Donor Apheresis Semarang, Yoga Abadi, menambahkan bahwa metode apheresis memungkinkan pengambilan komponen darah tertentu seperti trombosit atau plasma sesuai kebutuhan pasien.

Metode ini dinilai efektif untuk kasus-kasus khusus dan dapat dilakukan dalam interval waktu yang lebih singkat dibanding donor darah biasa.

Melalui momentum ini, komunitas donor PMI Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperluas jaringan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menjaga ketersediaan darah agar tetap tercukupi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA