
SEMARANG, FAKTANUSANTARA.CO.ID// — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menggelar kegiatan bertajuk “Bersholawat” sebagai bagian dari peresmian gedung barunya pada Sabtu (18/4) malam. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penegasan komitmen organisasi dalam meningkatkan pelayanan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Ketua panitia sekaligus Ketua Tanfidziyah MWC NU Genuk, Muhammad Shohib Ridwan, menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut merupakan hasil swadaya dan gotong royong warga Nahdliyin setempat. Gedung dua lantai ini dirancang sebagai pusat kegiatan, meskipun proses penyelesaian lantai atas masih berlangsung.
Menurutnya, kehadiran gedung baru diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, dan sosial agar lebih terkoordinasi dan berdampak luas bagi masyarakat. Selama ini, kegiatan seperti sholawatan, tahlil, dan pengajian rutin dilaksanakan secara bergilir di 13 ranting NU di wilayah Genuk.
Acara peresmian diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan serta penandatanganan simbolis. Kegiatan kemudian ditutup dengan lantunan sholawat yang diikuti warga, menciptakan suasana religius dan penuh kebersamaan.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Genuk turut hadir, di antaranya camat, danramil, kapolsek, serta para lurah. Selain itu, tampak pula pengurus NU dari berbagai tingkatan, badan otonom, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lain seperti Muhammadiyah, LDII, dan Aisyiyah.

Peresmian gedung ini menjadi wujud kemandirian organisasi masyarakat dalam menghadirkan fasilitas publik berbasis kebutuhan umat. Gedung tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kantor, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan, penguatan nilai keagamaan yang moderat, serta ruang interaksi lintas elemen masyarakat.
Ke depan, MWC NU Genuk diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan gedung ini sebagai pusat kegiatan yang terbuka dan inklusif, sekaligus mempererat persaudaraan serta menjawab berbagai tantangan sosial di wilayah perkotaan.
(***)



Tidak ada komentar