
SEMARANG, Faktanusantara.co.id//– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir langsung di tengah aksi buruh dan mahasiswa dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di depan Kantor Gubernur Jateng, Jumat (1/5) sore.

Kehadirannya tidak sekadar menyapa peserta aksi, tetapi juga mendengarkan aspirasi serta memastikan adanya langkah konkret atas berbagai tuntutan yang disampaikan.
Dalam kesempatan itu, Luthfi mengapresiasi jalannya peringatan May Day di seluruh wilayah Jawa Tengah yang dinilai berlangsung aman dan tertib.
Ia menegaskan bahwa kondisi yang kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong masuknya investasi ke daerah.

Menurutnya, peringatan Hari Buruh bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keseimbangan antara hak dan kewajiban pekerja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah program guna mendukung kesejahteraan buruh di luar kebijakan pengupahan.
Beberapa program tersebut di antaranya pengembangan koperasi karyawan untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, penyediaan fasilitas penitipan anak (daycare), serta subsidi transportasi melalui layanan Trans Jateng guna meringankan biaya perjalanan pekerja.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penyediaan hunian layak bagi buruh sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan jangka panjang.
Sebagai bentuk penghargaan, Gubernur menyerahkan bunga kepada perwakilan serikat pekerja.
Ia menilai buruh memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam dialog terbuka, sejumlah perwakilan buruh dan mahasiswa menyampaikan berbagai isu penting, seperti tuntutan terkait pesangon bagi pekerja terdampak PHK, penghapusan sistem outsourcing, serta peningkatan pengawasan terhadap perusahaan.
Mereka juga menyoroti kebutuhan transportasi di kawasan industri, perbaikan akses jalan, serta perlindungan tenaga kerja penyandang disabilitas.
Dari kalangan mahasiswa, muncul aspirasi terkait akses pendidikan yang lebih terjangkau bagi keluarga buruh serta arah kebijakan pendidikan yang dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
Menanggapi hal tersebut, Luthfi menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan yang diterima.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menjaga keseimbangan antara iklim investasi dan perlindungan tenaga kerja.
Aksi May Day di Jawa Tengah tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat hingga penyampaian aspirasi. Pemerintah menilai pendekatan dialog yang dilakukan mampu menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memperkuat hubungan industrial yang harmonis.
Melalui kehadirannya secara langsung, Gubernur menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga aktif menjadi penghubung antara kepentingan pekerja dan dunia usaha.
(***)
Tidak ada komentar