Siswa SMA di Semarang Alami Cedera Wajah hingga Jalani Operasi, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 22:33 32 Redaksi

Semarang, Faktanusantara.co.id//, – Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan pelajar kembali menjadi perhatian publik.

 

Seorang siswa kelas XI di salah satu SMA negeri di Kota Semarang berinisial NYK dilaporkan mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh siswa kelas X berinisial AF.

 

Peristiwa tersebut mengakibatkan korban harus menjalani perawatan medis intensif dan operasi akibat cedera pada bagian wajah.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada awal Mei 2026 ketika korban sedang mencari rekannya di lingkungan sekolah.

 

Saat berpapasan dengan sejumlah siswa lain, terjadi percakapan yang kemudian memicu kesalahpahaman. Korban sempat memberikan teguran kepada beberapa siswa yang dianggap tidak menghargainya.

 

Tak lama setelah kejadian itu, korban menerima pesan yang diduga berisi ajakan untuk menyelesaikan persoalan secara langsung.

 

Namun, korban memilih untuk tidak menanggapi ajakan tersebut karena tidak ingin memperpanjang masalah.

 

Pada hari berikutnya, korban kembali diajak bertemu di area belakang sekolah dengan alasan menyelesaikan perselisihan yang terjadi.

 

Korban memenuhi ajakan tersebut dengan harapan persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik.

 

Menurut keterangan keluarga, korban bahkan telah menyampaikan permintaan maaf guna meredakan situasi.

 

Namun, pertemuan tersebut berujung pada dugaan aksi kekerasan.

 

Korban disebut mengalami sejumlah pukulan yang mengenai area wajah hingga akhirnya terjatuh.

 

Meski kondisi korban sudah lemah, dugaan penganiayaan disebut masih berlanjut sebelum akhirnya beberapa siswa lain berusaha memberikan pertolongan.

 

Akibat kejadian itu, korban mengalami cedera serius dan sempat kehilangan kesadaran. Setelah mendapat pertolongan dari teman-temannya, korban dibawa untuk memperoleh penanganan medis.

 

Karena kondisi luka yang cukup berat, korban kemudian dirujuk hingga akhirnya mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

 

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya kerusakan pada tulang wajah yang memerlukan tindakan operasi.

 

Korban pun harus menjalani perawatan intensif guna memulihkan kondisinya pascaoperasi.

 

Kondisi tersebut membuat keluarga korban mengambil langkah hukum. Ibu korban, Diana, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa putranya dan berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku sesuai aturan yang berlaku.

 

Menurut Diana, kejadian tersebut tidak dapat dianggap sebagai kenakalan remaja biasa karena telah menimbulkan dampak fisik yang serius bagi korban.

 

Ia berharap lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa.

 

Untuk memperoleh keadilan, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang.

 

Dalam proses pelaporan, keluarga mendapat pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ratu Adil.

 

Diana juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Semarang yang dinilai cepat dan responsif dalam menerima laporan serta menindaklanjuti perkara yang menimpa anaknya.

 

Keluarga berharap proses hukum berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA