TNI AU dan APTRI Siapkan Panen Raya Tebu 2026 untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 22:06 6 Redaksi

Surakarta, Faktanusantara.co.id//, – Lanud Adi Soemarmo bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) terus memantapkan persiapan pelaksanaan Panen Raya Tebu TNI Angkatan Udara yang akan digelar serentak pada Juli 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula.

Persiapan kegiatan dibahas melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Lanud Adi Soemarmo. Pertemuan tersebut dihadiri unsur TNI AU, pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi petani tebu, serta perwakilan APTRI dari Kabupaten Boyolali dan Karanganyar.

Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi yang diwakili Kadister Lanud Adi Soemarmo Kolonel Lek Amrico menyampaikan bahwa panen raya menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama berbagai pihak dalam mengembangkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, keterlibatan TNI AU dalam pengelolaan lahan tebu tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa aset yang dimiliki institusi dapat dimanfaatkan secara produktif demi mendukung kesejahteraan warga sekitar.

Dalam pemaparan program kerja sama antara Lanud Adi Soemarmo dan APTRI, dijelaskan bahwa pembinaan petani tebu difokuskan pada peningkatan hasil produksi, penguatan kapasitas petani, serta pengembangan kemitraan yang berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara sektor pertanian dan TNI AU dalam mendukung pembangunan daerah.

Data yang dipresentasikan menunjukkan total lahan tebu binaan mencapai 2.490,02 hektare. Area tersebut meliputi lahan inti Lanud Adi Soemarmo seluas 10 hektare, kawasan penyangga seluas 193 hektare di Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo, serta wilayah binaan teritorial seluas 2.343,32 hektare yang tersebar di Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Dari luas lahan yang dikelola tersebut, area inti Lanud diperkirakan menghasilkan sekitar 800 ton tebu yang akan dipasok ke Pabrik Gula Mojo Sragen. Sementara itu, lahan penyangga diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 12.060 ton tebu pada musim panen tahun ini.

Meski kondisi cuaca menjadi tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman, berbagai upaya pengelolaan dan penerapan teknik budidaya yang baik terus dilakukan agar target produksi tetap tercapai sesuai rencana.

Selain membahas teknis pelaksanaan panen raya, rapat juga menghasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan tim koordinasi terpadu, penentuan kelompok tani prioritas, serta penyusunan program pendampingan pascapanen guna menjaga keberlanjutan hasil produksi.

Kolonel Lek Amrico menegaskan bahwa keberhasilan panen raya sangat bergantung pada kesiapan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan penerapan standar keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.

Melalui kolaborasi antara APTRI, pemerintah daerah, pabrik gula, dan TNI Angkatan Udara, panen raya tebu tahun 2026 diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mendorong kesejahteraan petani, serta memberikan kontribusi nyata terhadap target swasembada gula dan ketahanan pangan nasional.

Panen Raya Tebu TNI AU dijadwalkan berlangsung serentak di berbagai daerah pada Juli 2026. Lanud Adi Soemarmo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan, sementara Lanud Abdulrachman Saleh di Malang ditetapkan sebagai pusat kegiatan nasional.
(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA