Delapan Eks Anggota Kelompok Bersenjata di Kiwirok Nyatakan Setia kepada NKRI

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Jun 2026 22:58 10 Redaksi

Pegunungan Bintang, Faktanusantara.co.id//, – Delapan orang yang sebelumnya tergabung dalam kelompok TPNPB-OPM Kodap XV/Ngalum Kupel menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu (10/6/2026).

 

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran TNI, pemerintah distrik, aparat kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah wilayah di Distrik Kiwirok. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan penuh kebersamaan.

 

Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan bahwa keamanan dan perdamaian menjadi fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.

 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan yang aman bagi pendidikan, aktivitas ekonomi, dan pembangunan daerah.

 

Dalam kesempatan itu, Riyanto juga mengimbau pihak-pihak yang masih berada di luar kehidupan masyarakat untuk memilih jalur damai dan berpartisipasi dalam pembangunan wilayah demi masa depan yang lebih baik.

 

Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

 

Ia menilai kondisi yang semakin kondusif memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

 

Pemerintah distrik, lanjutnya, akan terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat proses pemulihan dan pembangunan di Kiwirok serta kampung-kampung sekitarnya.

 

Sebagai bagian dari prosesi, kedelapan orang tersebut menandatangani pernyataan kesetiaan kepada NKRI, menyerahkan atribut kelompok yang selama ini digunakan, serta menunjukkan komitmen untuk kembali hidup berdampingan bersama masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, serta makan bersama yang melibatkan aparat keamanan dan warga setempat sebagai simbol kebersamaan dan rekonsiliasi.

 

Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat situasi keamanan di Pegunungan Bintang sehingga program pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA