HIMAGU Soroti Pelaksanaan Program MBG, Dorong Transparansi dan Keterlibatan UMKM Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Jun 2026 22:45 7 Redaksi

Gunungsari, Faktanusantara.co.id//, 18 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Gunungsari (HIMAGU) menyampaikan sejumlah hasil kajian terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Gunungsari.

 

Keterlibatan mahasiswa dalam forum tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif kalangan akademisi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

 

Dalam pemaparannya, perwakilan HIMAGU, Bagus Mahesa, menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan berfokus pada beberapa aspek penting, antara lain mutu makanan yang disajikan, keterbukaan informasi kepada masyarakat penerima manfaat, serta peluang pemberdayaan pelaku usaha lokal melalui program tersebut.

 

Menurutnya, Program MBG merupakan langkah positif pemerintah dalam mendukung peningkatan gizi anak-anak dan generasi muda.

 

Namun, efektivitas program tidak cukup dinilai dari jumlah penerima manfaat semata, melainkan juga dari kualitas pelaksanaan dan dampak yang dirasakan masyarakat.

 

“Hasil kajian menunjukkan bahwa standar kualitas makanan perlu mendapat perhatian serius.

 

Asupan yang diberikan harus memenuhi unsur gizi seimbang, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar tujuan program dapat tercapai secara maksimal,” kata Bagus Mahesa saat menyampaikan hasil kajian.

 

Selain kualitas makanan, HIMAGU menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program. Masyarakat dinilai berhak mengetahui informasi terkait menu makanan, kandungan gizi, hingga mekanisme penggunaan anggaran sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan program.

 

HIMAGU juga menilai Program MBG dapat menjadi sarana penguatan ekonomi daerah apabila melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal. Keterlibatan UMKM, petani, peternak, dan pemasok bahan pangan dari wilayah Gunungsari dinilai dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Sebagai rekomendasi, HIMAGU mengusulkan peningkatan sistem pengawasan mutu makanan, penyediaan informasi yang lebih terbuka kepada publik, penguatan peran UMKM lokal dalam rantai pasok program, serta pembentukan forum evaluasi rutin yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, penyelenggara, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa.

 

Melalui penyampaian hasil kajian tersebut, HIMAGU berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus disempurnakan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi dan pembangunan sosial yang berkelanjutan di Kecamatan Gunungsari. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA