Warga Pringapus Soroti Maraknya Bank Plecit, Ibu Rumah Tangga Disebut Paling Rentan Terjerat

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 11:26 28 Redaksi

Kabupaten Semarang, Faktanusantara.co.id//– Maraknya praktik bank plecit atau rentenir yang memberikan pinjaman tanpa prosedur resmi kembali menjadi perhatian masyarakat. Fenomena tersebut dinilai semakin meresahkan karena banyak warga yang terjerat utang dengan bunga tinggi.

Salah seorang tokoh masyarakat, Jalal, warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menyampaikan keprihatinannya atas semakin maraknya aktivitas bank plecit di wilayahnya. Menurutnya, kelompok yang paling sering menjadi korban adalah ibu-ibu rumah tangga.

“Setiap hari praktik bank plecit semakin marak. Yang paling sering menjadi korban adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka meminjam uang tanpa sepengetahuan suami sehingga berpotensi menimbulkan persoalan dalam keluarga,” ujar Jalal, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai, kemudahan memperoleh pinjaman tanpa persyaratan yang rumit membuat banyak warga tergiur. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat beban bunga dan cara penagihan yang kerap memberatkan peminjam.

Jalal berharap masyarakat lebih berhati-hati sebelum memutuskan meminjam uang kepada rentenir. Menurutnya, persoalan ekonomi sebaiknya diselesaikan melalui lembaga keuangan resmi atau program pembiayaan yang legal agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya praktik bank plecit serta memperluas akses pembiayaan yang aman dan sesuai ketentuan hukum.

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman dari rentenir yang berpotensi merugikan dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi keluarga.
(Jalal)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA