Di Banda Aceh, Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Pembangunan

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 09:16 6 Admin Faktanusantara

BANDA ACEH, Faktanusantara.co.id// — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kerja sama lintas daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri forum para kepala daerah se-Sumatera bagian utara di Banda Aceh.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan secara terpisah.

Diperlukan sinergi yang kuat antarwilayah agar hasilnya lebih optimal dan merata, tanpa terhambat oleh kepentingan sektoral masing-masing daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menjadi pembicara pada seminar nasional bertema praktik terbaik kepemimpinan daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh serta Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), yang berlangsung di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026).

Acara itu dihadiri sejumlah wali kota dari berbagai provinsi di Sumatera, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat.

Dalam paparannya, Luthfi memperkenalkan konsep pemerintahan kolaboratif sebagai kunci utama pembangunan daerah.

Ia menyebut seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, yang terdiri dari 35 kabupaten/kota, dihimpun dalam satu tim besar yang mengedepankan kebersamaan tanpa sekat.

Ia juga mencontohkan pengembangan kawasan aglomerasi seperti Soloraya yang melibatkan tujuh daerah. Melalui program Soloraya Great Sale 2025, kawasan tersebut berhasil membukukan nilai transaksi mencapai Rp10,7 triliun dalam waktu satu bulan.

Lebih lanjut, Luthfi menilai kepala daerah harus berperan aktif sebagai penggerak promosi investasi. Kemampuan memetakan serta menawarkan potensi daerah dinilai penting untuk menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Upaya ini disebut berkontribusi pada realisasi investasi Jawa Tengah tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp88,5 triliun.

Dalam pelaksanaannya, setiap kegiatan di luar daerah maupun pertemuan dengan mitra internasional dimanfaatkan sebagai sarana promosi.

Ia juga melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah kabupaten/kota serta pelaku usaha, guna memperluas jejaring kerja sama.

Di bidang tata ruang, ia menekankan perlunya penyiapan kawasan industri dan ekonomi khusus dengan tetap menjaga lahan sawah yang dilindungi demi ketahanan pangan.

Kerja sama juga diperluas ke sektor pendidikan, di mana lebih dari seratus perguruan tinggi telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong inovasi berbasis riset.

Sementara itu, pada sektor sosial, berbagai program terus digulirkan, mulai dari layanan kesehatan melalui dokter spesialis keliling, program cek kesehatan gratis, hingga upaya pengentasan kemiskinan seperti perbaikan rumah tidak layak huni, penanganan stunting, pendidikan gratis, dan bantuan permodalan usaha.

Untuk mengurangi angka pengangguran, pemerintah juga memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan.

“Berbagai pengalaman ini diharapkan bisa menjadi referensi bersama agar pembangunan di setiap daerah dapat berjalan seiring dan saling mendukung,” ujar Ahmad Luthfi.
(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA