Gerak Cepat Damkar Bungbulang, Kebakaran Rumah Panggung di Mekarbakti Garut Berhasil Dipadamkan

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 12:09 14 Redaksi

GARUT, Faktanusantara.co.id//– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut melalui UPT Wilayah 2 Bungbulang bergerak cepat menangani kebakaran rumah panggung di Kampung Cibungur RT 001/RW 004, Desa Mekarbakti, Kecamatan Bungbulang, Rabu (22/7/2026).

Rumah panggung seluas sekitar 70 meter persegi tersebut diketahui milik Bapak Dede Suherman.

Petugas menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menuju lokasi. Dengan response time 8 menit, tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 10.40 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kebakaran diduga berasal dari tungku dapur. Saat kejadian, pemilik rumah tengah mengolah gula aren. Api dari tungku membesar dengan cepat setelah ditinggal pemilik untuk keperluan sesaat, hingga merambat ke bagian bangunan rumah yang didominasi material kayu.

Warga yang melihat kobaran api segera memberitahu pemilik rumah. Perangkat Desa Mekarbakti kemudian menghubungi UPT Damkar Wilayah 2 Bungbulang untuk meminta bantuan pemadaman.

Proses pemadaman dimulai pukul 10.41 WIB dengan mengerahkan satu unit armada. Setelah penanganan intensif selama 61 menit, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan pendinginan hingga pukul 12.09 WIB.

Keberhasilan penanganan tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari anggota UPT Pameungpeuk dan Bungbulang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Satpol PP, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), hingga warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak lima orang penghuni rumah berhasil diselamatkan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan senilai Rp30 juta, termasuk pengamanan area sekitar seperti jalan lingkungan, persawahan, dan perkebunan.

Kepala UPT Damkar Wilayah 2 Bungbulang, Yaumal Asri, S.E., mengimbau masyarakat yang masih menggunakan tungku kayu bakar atau kompor untuk pengolahan hasil bumi seperti gula aren agar tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala.

“Pastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur, untuk mencegah potensi kebakaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, apabila terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat segera menghubungi Pos atau UPT Damkar terdekat. Layanan pemadam kebakaran tidak dipungut biaya alias gratis.

*(Tim)*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA