Jalur Kalijambe Dinilai Berisiko, Satlantas Purworejo Dorong Pembangunan Jalur Penyelamat

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 16:08 9 Redaksi

Jalur Kalijambe Dinilai Berisiko, Satlantas Purworejo Dorong Pembangunan Jalur Penyelamat

 

Purworejo, Faktanusantara.co.id//– Kepolisian Resor (Polres) Purworejo melalui Satuan Lalu Lintas kembali menegaskan pentingnya penanganan segera terhadap jalur ekstrem di kawasan Kalijambe yang menghubungkan wilayah Magelang dan Purworejo. Hingga kini, ruas jalan tersebut masih dianggap belum aman dilalui, terutama oleh kendaraan bermuatan berat.

 

Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Arta Dwi Kusuma, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan kepada instansi terkait agar segera dilakukan pembangunan jalur penyelamat atau pelandaian di titik tersebut. Menurutnya, meskipun lebar jalan sudah memadai, aspek keselamatan pengguna jalan masih menjadi persoalan utama.

 

Ia menjelaskan bahwa jalur Kalijambe sebenarnya memiliki nilai ekonomis bagi pelaku usaha transportasi karena dapat menghemat biaya operasional. Namun demikian, kondisi medan yang curam tetap berisiko tinggi, sehingga keselamatan pengendara harus menjadi prioritas.

 

Dalam upaya menjaga keamanan, Satlantas Polres Purworejo juga menjalin koordinasi dengan Polresta Magelang untuk melakukan pengawasan bersama di kawasan perbatasan. Hal ini dilakukan mengingat tingginya aktivitas masyarakat di sekitar jalur tersebut, seperti kegiatan pasar dan mobilitas warga sehari-hari.

 

Pengamanan terpadu akan terus dilakukan hingga proyek pembangunan jalur pelandaian terealisasi dan terdapat kepastian terkait status kelas jalan dari pemerintah provinsi. Sementara itu, pihak terkait disebut telah melakukan sosialisasi, termasuk terkait rencana pembebasan lahan, meskipun waktu pelaksanaannya masih belum ditentukan.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian mengimbau para pengemudi truk, khususnya kendaraan sumbu tiga, untuk tidak melintasi jalur Kalijambe dari arah Salaman menuju Purworejo.

 

Imbauan ini dikeluarkan karena kondisi jalan yang terjal berpotensi memicu kecelakaan serius jika kendaraan mengalami kendala teknis.

Larangan tersebut telah dilengkapi dengan pemasangan rambu lalu lintas di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan pertigaan Maron. Sosialisasi kepada para pengemudi juga telah dilakukan secara intensif selama beberapa bulan terakhir.

 

Petugas tidak akan ragu mengambil tindakan tegas bagi pengendara yang masih melanggar ketentuan tersebut. Meski begitu, upaya yang telah dilakukan sejauh ini menunjukkan hasil positif, dengan angka kecelakaan di jalur tersebut dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA