Polres Demak Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 20:30 5 Redaksi

Demak, Faktanusantara.co.id// – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan Polres Demak melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa pada Selasa (14/4/2026).

Pertemuan ini mengangkat berbagai persoalan strategis, mulai dari pemanfaatan lahan yang belum maksimal hingga rendahnya penyerapan hasil panen oleh Bulog.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak Muhammad Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab Semarang, ADM KPH Semarang, serta pihak perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, dan BTN Cabang Demak.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut, gejolak harga maupun kelangkaan bahan pokok berpotensi menimbulkan dampak sosial jika tidak ditangani secara serius.

Menurutnya, program ketahanan pangan yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya kini memasuki tahap penguatan dan menjadi bagian dari agenda prioritas nasional. Polres Demak pun berkomitmen mendukung upaya percepatan swasembada, khususnya pada komoditas jagung.

Dalam evaluasi yang disampaikan, terdapat beberapa kendala utama di lapangan. Salah satunya adalah masih banyaknya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan data, tersedia potensi lahan dari berbagai sumber, termasuk milik Polri dan lahan pertanian yang luasnya mencapai ribuan hektare.

Selain itu, serapan hasil panen oleh Bulog dinilai belum sesuai harapan. Dari target ribuan ton pada tahun 2026, realisasi yang tercapai masih sangat minim. Kondisi ini dinilai berdampak terhadap kestabilan harga serta kesejahteraan petani.

Permasalahan lain yang mencuat adalah terbatasnya akses pembiayaan bagi petani. Rendahnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) diduga dipengaruhi kurangnya sosialisasi dan pendampingan di lapangan.

Kapolres menekankan bahwa berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan bersama dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, sejumlah langkah strategis dirumuskan, di antaranya optimalisasi lahan tidur, peningkatan koordinasi dengan Bulog untuk memperbesar serapan hasil panen, serta perluasan akses permodalan bagi petani melalui program KUR.

Di sisi lain, edukasi dan pendampingan juga dinilai penting, terutama dalam meningkatkan kemampuan petani dalam pengelolaan hasil panen, termasuk penggunaan teknologi untuk mengatasi kendala seperti kadar air jagung.

Polres Demak berharap, sinergi yang terjalin dapat menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Kerja sama semua pihak menjadi fondasi penting untuk mendorong kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas daerah,” pungkas Kapolres.
(Humas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA