Rakor Ketahanan Pangan Demak: Polisi Dorong Pemanfaatan Lahan dan Peningkatan Serapan Hasil Panen

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 16:36 7 Redaksi

Demak, Faktanusantara.co.id// — Polres Demak, Jawa Tengah, menggelar rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan lintas sektor di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (14/4/2026).

Pertemuan ini menyoroti sejumlah persoalan penting, seperti belum maksimalnya pemanfaatan lahan pertanian serta rendahnya penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, antara lain Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak Muhammad Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab Semarang, ADM KPH Semarang, serta sejumlah perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, dan BTN Cabang Demak.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menilai, gejolak harga maupun kelangkaan bahan pokok dapat memicu potensi gangguan sosial jika tidak diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, program ketahanan pangan yang telah berjalan sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan pada 2026 dan menjadi bagian dari prioritas nasional. Polres Demak turut mengambil peran dalam mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung.

Dalam evaluasi rakor, terungkap tiga tantangan utama. Pertama, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tercatat terdapat potensi lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi, lahan pertanian sekitar 44,72 hektare, serta lebih dari 2.300 hektare berdasarkan data Dinas Pertanian.

Kedua, serapan hasil panen oleh Bulog dinilai masih rendah. Dari target 8.500 ton pada 2026, realisasi baru mencapai sekitar 72 ton, yang berdampak pada stabilitas harga dan pendapatan petani.
Ketiga, akses permodalan bagi petani masih terbatas. Minimnya sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu faktor rendahnya pemanfaatan fasilitas pembiayaan tersebut.

Menanggapi hal ini, Polres Demak mendorong langkah strategis berupa optimalisasi lahan tidur, peningkatan koordinasi dengan Bulog, serta perluasan akses pembiayaan melalui KUR. Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada petani juga dianggap penting, terutama dalam pengelolaan pascapanen seperti pengeringan jagung.

Kapolres berharap, sinergi antarinstansi yang terjalin dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Demak. Kolaborasi, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas daerah.
(Humas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA