
GARUT, Faktanusantara.co.id// – Asap dan puing hitam bekas kebakaran masih tercium menyengat di Kampung Batukutil, RT 04 RW 05, Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Bagi Ibu Kamilah, cucunya Rizqi, dan Bapak Opa Mustopa pemilik pabrik tempe, Selasa dini hari menjadi malam yang merubah hidup. Rumah tinggal sekaligus tempat usaha mereka habis terbakar hanya dalam 30 menit.
Raut wajah para korban terlihat lelah dan terpukul. Kehilangan tempat tinggal mendadak membuat mereka kehilangan arah. Namun di tengah kesedihan itu, hadir sosok yang menenangkan.
*Merangkul dengan Doa dan Nasehat*

Ketua DPAC FKDT Kecamatan Bungbulang, KH Ahmad Husaeni, datang langsung ke lokasi. Ia tidak hanya menengok, tetapi duduk bersama korban untuk memberi penguatan batin.
Dengan nada lembut, ia menyampaikan tausiyah agar para korban menerima musibah sebagai takdir Allah yang pasti membawa hikmah.
“Kami hadir untuk menenangkan jiwa mereka dan mengingatkan bahwa semua ini ketetapan Allah. Setiap takdir ada hikmah sesuai kadar keimanan masing-masing,” ujar KH Ahmad Husaeni penuh empati.
Suasana pun berubah. Tangis yang awalnya karena syok dan duka, berganti menjadi kekhusyukan berdoa. Nasehat spiritual itu seolah menjadi penyejuk bagi hati yang sedang rapuh.
“Alhamdulillah, mereka jadi lebih tenang dan sedikit lega,” katanya.
*Api Berawal dari Dapur*
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Menurut Rizqi, ia menyalakan tungku untuk memasak mie instan. Setelah selesai, bara sudah disiram air dan dikira padam.
Tanpa disangka, sisa bara masih menyala di dalam sekam. Api kemudian merambat ke atap dapur, lalu dengan cepat membesar dan melahap rumah Ibu Kamilah serta pabrik tempe milik Opa Mustopa di sampingnya.
Dalam waktu setengah jam, seluruh isi rumah dan usaha yang dibangun bertahun-tahun ludes menjadi abu.
Meski trauma masih membekas, kehadiran tokoh agama seperti KH Ahmad Husaeni memberi kekuatan baru. Para korban kini meyakini, di balik puing yang hangus, Allah sedang menyiapkan pengganti yang lebih baik.
(***)
Tidak ada komentar