Turnamen Free Fire Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Ajang Kompetisi dan Pembinaan Pelajar

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 09:31 18 Redaksi

Demak, Faktanusantara.co.id//, — Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak ambil bagian dalam turnamen e-sport Free Fire bertajuk Kapolres Demak Cup 2026.

 

Kegiatan ini digelar sebagai sarana penyaluran bakat sekaligus pembinaan generasi muda di era digital.

 

Turnamen yang berlangsung pada 1–2 Mei 2026 di Gedung Wisma Halim, Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam ini diikuti sebanyak 162 tim dari tingkat SMP dan SMA.

 

Total peserta yang terlibat mencapai lebih dari seribu orang, menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap dunia e-sport.

 

Sepanjang kompetisi, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyusun strategi dan kerja sama tim. Pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Demak dengan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta E-sport Indonesia (ESI) Kabupaten Demak.

 

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyampaikan bahwa e-sport kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang diakui secara luas, termasuk di tingkat internasional.

 

Menurutnya, turnamen seperti ini dapat menjadi wadah positif bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan potensi mereka.

 

Ia menjelaskan, selain Free Fire, sebelumnya juga telah digelar turnamen Mobile Legends yang mendapat respons serupa dari para peserta.

 

Hal ini menunjukkan bahwa e-sport memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan secara terarah, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan strategi dalam berkompetisi,” ujarnya.

 

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar para pelajar tidak mengabaikan kewajiban utama dalam menempuh pendidikan.

 

“E-sport bisa menjadi sarana meraih prestasi, tetapi pendidikan tetap harus menjadi prioritas,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendeklarasikan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta menolak hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk pelanggaran hukum di ruang digital.

 

Turnamen ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Juara pertama diraih oleh tim SMA Negeri 2 Mranggen, disusul SMA Negeri 1 Demak sebagai juara kedua, dan tim dari SMA Negeri 1 Sayung di posisi ketiga.

 

Perwakilan tim juara, Rifky Melano, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut ajang ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memperkuat kerja sama tim.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan e-sport dapat terus berkembang sebagai wadah positif bagi generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta berprestasi dari daerah.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA